BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

HARGA MINYAK DITUTUP NAIK 5 PERSEN PADA SENIN

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

10 August 2026

22224836

IQPlus, (11/8) - Harga minyak ditutup naik 5 persen pada hari Senin (10 Agustus) setelah Iran dan Amerika Serikat saling mengajukan tuntutan kompensasi, yang meredupkan prospek kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Iran juga menyatakan bahwa AS harus mencabut sanksi terhadap Teheran dan memenuhi sejumlah syarat lain untuk membuka kembali jalur perairan vital tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran harus membayar kompensasi atas "semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai dengan parah."

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik US$4,17, atau 4,99 persen, menjadi US$87,72 per barel, sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik US$3,95, atau 5,05 persen, menjadi US$82,13.

Kenaikan persentase tersebut merupakan yang tertinggi sejak 29 Juli untuk kedua kontrak. Kedua harga acuan sempat turun lebih dari 7 persen pekan lalu di tengah harapan bahwa Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali selat tersebut jalur yang melayani pengangkutan seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari.

Iran menyatakan pihaknya hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman untuk menetapkan jalur pelayaran baru melalui selat tersebut, namun menegaskan kembali bahwa AS harus memenuhi sejumlah syarat lain termasuk pemberian kompensasi serta penghentian sanksi dan ancaman militer sebelum jalur perairan strategis itu dibuka kembali.

Saat ini, Iran dan AS tidak sedang melakukan perundingan. Teheran tidak akan memulainya selama Washington melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada bulan Juni, ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Minggu.

"Harga minyak mentah berjangka mencatat kenaikan pada awal perdagangan karena kesepakatan damai AS-Iran tampaknya tertunda, ditambah dengan serangan lanjutan dari Ukraina yang menghantam kilang serta kapal tanker Rusia di Laut Hitam," ujar Dennis Kissler, wakil presiden senior bidang perdagangan di BOK Financial.

"Dengan adanya tuntutan tambahan dari Iran, sebagian besar pedagang memperkirakan pasokan yang lebih ketat akan terus berlanjut dalam jangka pendek," tambah Kissler. Dalam ancaman tambahan terhadap pasokan, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada hari Minggu.

Saudi Aramco telah menunda pengoperasian kembali kilang berkapasitas 400.000 barel per hari tersebut hingga 30 Agustus menyusul dua serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir, menurut pemberitahuan dari lembaga pemantau industri IIR yang dilihat oleh Reuters. (end/Reuters)