HARGA MINYAK DAN PASAR ASIA NAIK SELASA INI
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
18 August 2026
22931473
IQPlus, (18/8) - Harga minyak merangkak naik dan imbal hasil obligasi meningkat, sehingga meredam kenaikan tipis pada pasar saham di awal perdagangan Asia pada hari Selasa, menyusul berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran serta pernyataan Teheran bahwa mereka akan beralih ke postur militer yang "sepenuhnya ofensif".
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,8%, didorong oleh kenaikan lebih dari 3% pada indeks KOSPI Korea Selatan (.KS11) saat pasar Seoul kembali dibuka setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,3%, sementara kontrak berjangka (futures) S&P 500 e-mini bergerak datar.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,8 basis poin menjadi 4,728%. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun naik 0,6 basis poin menjadi 5,3146%, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
"Biasanya, pergerakan di atas 4,65% untuk obligasi AS tenor 10 tahun diikuti oleh pernyataan yang menenangkan dari pemerintahan Trump, yang umumnya berfokus pada penyelesaian segera konflik dengan Iran," tulis analis ING. "Kali ini, kami tidak mendengar hal serupa," tambah mereka. "Faktanya, indikasi terbaru menunjukkan tidak adanya penyelesaian dalam waktu dekat seiring berakhirnya gencatan senjata 60 hari yang rapuh tersebut."
Di tengah aksi jual obligasi global yang semakin dalam, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 2,945%, level tertinggi dalam tiga dekade.
Dalam perdagangan semalam di Wall Street, indeks S&P 500 (.SPX) turun 0,5% sementara Nasdaq Composite (.IXIC) melemah 0,3% akibat data ekonomi AS yang lemah termasuk penurunan penjualan ritel yang tak terduga yang mendorong pasar untuk mengurangi spekulasi mengenai langkah suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
"Pasar secara umum mengadopsi sikap menghindari risiko (*risk-off*) setelah Presiden Trump menegaskan kembali bahwa ia tidak tertarik untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran; ketegangan yang kembali memanas di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan memperumit sentimen pasar," tulis analis Westpac dalam sebuah catatan riset.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan di kisaran level terendah dua bulan di angka 99,527.
Harga minyak naik lebih dari US$2 pada hari Senin karena kebuntuan terkait Iran kembali mengalihkan fokus pedagang minyak pada kekhawatiran pasokan global. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik tipis 0,2% menjadi US$91,06 per barel saat perdagangan kembali dibuka di Asia.
Harga emas naik 0,1% menjadi US$4.420,07, melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut.
Di pasar mata uang kripto, bitcoin naik 0,1% menjadi US$64.398,48, sementara ether menguat 0,3% menjadi US$1.911,40. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
