BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SEBAGIAN BESAR MATA UANG ASIA TERTEKAN JUMAT INI

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

25 September 2026

26740114

IQPlus, (25/9) - Sebagian besar mata uang Asia berada di bawah tekanan pada hari Jumat seiring berlanjutnya penguatan dolar AS hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan, sementara yen Jepang melemah mendekati level 160 per dolar yang diawasi ketat di tengah kembali munculnya risiko intervensi.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), data ekonomi AS yang lebih kuat, dan meningkatnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve terus menopang mata uang AS tersebut.

Indeks dolar AS berada di kisaran 101,23, tidak banyak berubah pada awal perdagangan Asia setelah mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut. Laju penguatannya melambat menjadi sekitar 0,2% pada hari Kamis dari 0,5% pada hari Rabu, dengan indeks kini mencatat kenaikan sekitar 1,1% sepanjang minggu ini, setara dengan laju kenaikan minggu lalu.

Pasangan mata uang USD/JPY berada di kisaran 158,46, turun 0,3%, setelah yen sempat melemah hingga ke level 159,04 pada hari Kamis level terlemahnya sejak 2 September. Pasar kembali mencermati level 160 sebagai titik uji potensial terhadap toleransi Jepang atas pelemahan yen lebih lanjut.

Penguatan terbaru dolar terjadi seiring dengan kembali naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) setelah data ekonomi menunjukkan aktivitas yang solid dan tekanan harga yang terus berlanjut.

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun naik ke level tertinggi sejak Juni 2004, sementara imbal hasil acuan tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Jumlah klaim awal tunjangan pengangguran mingguan turun sebanyak 1.000 menjadi 197.000 di bawah perkiraan 201.000 dalam jajak pendapat Reuters yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja terus menunjukkan ketahanan.

Pelemahan yen menuju level 160 telah memicu kembali spekulasi bahwa otoritas Jepang mungkin akan melakukan intervensi lagi. Berakhirnya masa liburan di Jepang juga membuat mata uang tersebut kembali mendapat sorotan ketat, seiring pergerakan pasangan mata uang USD/JPY yang mendekati level yang terus dipantau oleh para pedagang untuk melihat tanda-tanda adanya tindakan resmi.

Pasangan mata uang AUD/USD berada di kisaran $0,7014, sementara NZD/USD berada di dekat $0,5659.

Yuan Tiongkok juga kembali mendapat tekanan. Pasangan USD/CNY naik selama dua hari berturut-turut ke level 6,7133, setelah sempat berada di bawah angka 6,70 selama tiga sesi kejadian pertama sejak Januari 2023.

Di tempat lain, pasangan USD/KRW turun 0,3% menjadi 1.361,75, USD/IDR naik 0,3% menjadi 17.930,1, USD/INR relatif tidak berubah di angka 96,075, sedangkan USD/MYR turun 0,3% menjadi 4,0735. Pasangan USD/SGD berada di kisaran 1,2791. (end/investing.com)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas