HARGA EMAS SEDIKIT MENGUAT PADA AWAL MINGGU INI
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
05 October 2026
27731956
IQPlus, (5/10) - Harga emas sedikit menguat setelah mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak Juni, seiring para pelaku pasar mempertimbangkan dampak perlambatan pasar tenaga kerja AS dan kenaikan imbal hasil obligasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.
Harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.150 per ons, setelah sempat turun 3,4 persen pada pekan lalu.
Data *non-farm payrolls* AS menunjukkan penambahan 29.000 lapangan kerja pada bulan September angka yang dirilis pada Jumat (2 Oktober) ini berada di bawah seluruh perkiraan dalam survei ekonom yang dilakukan Bloomberg. Hal tersebut meredakan tekanan bagi The Fed untuk segera menaikkan biaya pinjaman guna mengatasi inflasi yang masih sulit turun.
Pasar kini memperhitungkan kemungkinan sekitar 20 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan Oktober, turun dari 70 persen seminggu yang lalu. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.
Namun, tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang.
Harga minyak naik akibat meluasnya konflik di Timur Tengah, seiring langkah pemimpin Yaman yang didukung Arab Saudi untuk melancarkan upaya militer guna merebut kembali seluruh wilayah yang dikuasai kelompok Houthi kelompok yang didukung oleh Iran.
Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi US$4.153,66 per ons pada pukul 08.40 pagi waktu Singapura. Harga perak naik 1,3 persen menjadi US$61,15 per ons setelah sempat turun lebih dari 6 persen pada pekan lalu penurunan terbesar sejak pertengahan Juli.
Harga platinum dan paladium juga mengalami kenaikan. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index indikator nilai mata uang AS tidak banyak berubah setelah sempat menguat selama tiga pekan berturut-turut. (end/Bloomberg)
