EKSPOR TIMTENG NAIK, HARGA MINYAK TURUN
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
05 October 2026
27734898
IQPlus, (5/10) - Harga minyak turun pada hari Senin (5 Oktober) karena meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dan pelepasan cadangan minyak oleh negara-negara G7 menambah pasokan global, meskipun terdapat kekhawatiran berkelanjutan mengenai kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur energi di kawasan Teluk di tengah perang Iran.
Harga minyak mentah berjangka Brent turun US$0,35, atau 0,3 persen, menjadi US$101,90 per barel pada pukul 01.15 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$90,49 per barel, turun US$0,62 atau 0,7 persen.
Brent kehilangan sebagian besar kenaikan harganya dari pekan lalu, sedangkan WTI turun 1,6 persen setelah negara-negara G7 sepakat pada 2 Oktober untuk melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan darurat serta berjanji untuk tidak menerapkan pembatasan ekspor energi menyusul tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Pelepasan cadangan tersebut akan menambah volume ekspor minyak mentah Timur Tengah yang menurut data pelayaran hari Senin sempat melampaui tingkat pra-perang pada empat dari tujuh hari di minggu terakhir bulan September meskipun terjadi serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Keputusan G7 untuk menggunakan cadangan strategis telah meredakan kekhawatiran jangka pendek mengenai pasokan yang sebelumnya memengaruhi harga. Di saat yang sama, muncul pandangan bahwa volume ekspor Arab Saudi mulai kembali ke tingkat pra-perang, meskipun pengirimannya masih menanggung biaya lebih tinggi dan melalui rute yang kurang efisien," ujar Tim Waterer, kepala analis di KCM Trade.
"Kombinasi faktor tersebut cukup untuk menekan harga untuk saat ini, meskipun risiko kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur energi di kawasan Teluk belum sepenuhnya hilang."(end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
