HAPUS DEFISIT, GMFI BERENCANA GELAR KUASI REORGANISASI
Share via
Terbit Pada
12 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 04-06-2026, 02:22:pm
16254423
IQPlus, (12/6) - Perusahaan jasa perawatan dan perbaikan pesawat terbang, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk ("Perseroan"; kode saham: GMFI), mengumumkan rencana strategis melaksanakan Kuasi Reorganisasi.
Langkah akuntansi ini diambil untuk mengeliminasi akumulasi saldo laba negatif (defisit) historis yang mencapai US$ 512.867.455 per posisi laporan keuangan 31 Januari 2026. Manajemen menegaskan, pembersihan defisit warisan pandemi COVID-19 ini krusial untuk membuka akses pendanaan eksternal, mempermudah ekspansi global, serta membuka peluang pembagian dividen di masa mendatang.
Berdasarkan ketentuan regulasi, restrukturisasi ekuitas akan diprioritaskan menggunakan pos-pos keuangan bernilai positif, dimulai dari penyerapan akun agio saham sebesar US$ 299.560.847. Selanjutnya, Perseroan akan memanfaatkan pos selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali senilai US$ 1.142.271. Sisa defisit yang belum tertutupi kemudian diselesaikan melalui mekanisme penurunan modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Penurunan modal dilakukan melalui penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah lembar saham yang beredar di pasar. Nilai nominal Saham Seri A akan disesuaikan dari Rp 100 menjadi Rp 24 per saham, sedangkan Saham Seri B turun dari Rp 25 menjadi Rp 17 per saham. Alhasil, total nilai modal dasar Perseroan akan disesuaikan dari semula Rp 10 triliun menjadi Rp 5,55 triliun setelah proses kuasi reorganisasi ini efektif.
Langkah penyehatan neraca ini didukung oleh tren pemulihan kinerja fundamental operasional yang kuat sejak pascapandemi. Setelah sempat mencatatkan defisiensi modal, struktur ekuitas Perseroan berhasil berbalik positif berkat aksi korporasi inbreng aset dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) pada periode 2024-2025, yang membuat ekuitas tumbuh stabil hingga mencapai posisi positif US$ 136.708.055 per Januari 2026.
Berdasarkan laporan keuangan teranyar per 31 Januari 2026 yang diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (anggota Ernst & Young Global Limited) dengan opini tanpa modifikasian, GMF Aero Asia mengantongi pendapatan usaha bulanan sebesar US$ 41.807.493. Dari pendapatan tersebut, Perseroan sukses membukukan laba usaha sebesar US$ 3.115.560 dan laba bersih periode berjalan senilai US$ 2.665.983, melanjutkan konsistensi profitabilitas tahunan sejak 2022.
Guna meloloskan rencana besar ini, Direksi dan Dewan Komisaris merekomendasikan penuh kepada pemegang saham untuk memberikan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Rabu, 1 Juli 2026. Agenda utama rapat ini memerlukan kuorum kehadiran minimal $2/3$ bagian dari seluruh saham dengan hak suara sah dan harus disetujui oleh lebih dari $2/3$ bagian dari total suara yang hadir.
Jika persetujuan RUPSLB berhasil diamankan, Perseroan akan mengumumkan pengurangan modal di media massa dan memberikan waktu 60 hari bagi kreditur untuk mengajukan keberatan resmi. Dengan asumsi tidak ada sanggahan dari pihak kreditur, GMF Aero Asia menargetkan perolehan persetujuan Menteri Hukum serta pelaksanaan efektif Kuasi Reorganisasi secara penuh pada tanggal 4 September 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
