GPSO LANJUTKAN TRANSFORMASI BERSAMA TJOKRO GROUP, PROSPEK JANGKA PANJANG MAKIN MENARIK
Share via
Terbit Pada
13 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 13-07-2026, 09:20:am
19335175
IQPlus, (13/7) - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) terus melanjutkan proses transformasi bisnis setelah berada di bawah pengendalian PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group. Perseroan yang sebelumnya berfokus sebagai penyedia solusi geospasial kini mulai memperluas lini usaha ke industri komponen mekanikal dan permesinan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Transformasi tersebut ditopang oleh aksi korporasi yang telah dijalankan, termasuk penambahan modal melalui skema private placement. Tjokro Group menginvestasikan dana sebesar Rp28,46 miliar dengan harga pelaksanaan Rp427 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga pasar GPSO yang pada perdagangan saat ini berada di level Rp284 per saham.
Dari sisi pasar modal, minat investor terhadap saham GPSO juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek, jumlah pemegang saham berbasis Single Investor Identification (SID) meningkat dari 4.427 investor pada Mei 2026 menjadi 4.470 investor pada Juni 2026 atau bertambah 43 investor.
Perseroan juga memastikan telah memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia terkait kepemilikan saham publik. GPSO mencatatkan porsi free float sebesar 56,61%, jauh di atas batas minimum yang dipersyaratkan, sehingga tidak termasuk dalam notifikasi khusus terkait Hypothetical Shares Collapse (HSC) maupun pemenuhan free float.
Manajemen GPSO menyatakan tetap berkomitmen menjalankan rencana restrukturisasi sebagaimana telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada 21 Januari 2026 dan pembaruannya pada 18 Juni 2026. Perseroan menyiapkan sejumlah aksi korporasi lanjutan yang akan didukung melalui pendanaan berbasis ekuitas maupun instrumen utang guna memperkuat ekspansi usaha.
Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menyampaikan bahwa transformasi tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah bagi perseroan. Dengan dukungan pengalaman Tjokro Group, GPSO akan mengembangkan bisnis di sektor komponen mekanikal dan machining untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat rantai pasok industri solusi mekanikal secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saat ini, seluruh rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian menyeluruh (due diligence) dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan usaha dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan saham GPSO saat ini berada dalam fase konsolidasi yang sehat setelah melalui periode akumulasi. Untuk jangka pendek, ia melihat area support berada pada kisaran Rp268-Rp276 dengan resistance di level Rp300-Rp316. Apabila mampu menembus level Rp300, saham GPSO berpeluang melanjutkan penguatan menuju Rp316.
Untuk jangka menengah, Herditya memperkirakan support berada di kisaran Rp240-Rp250 dengan resistance pada level Rp360-Rp420. Menurutnya, selama harga saham mampu bertahan di atas area support utama dan rencana aksi korporasi berjalan sesuai target, peluang penguatan menuju kisaran harga private placement sebesar Rp427 per saham tetap terbuka. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
