GELAR RIGHTS ISSUE, NINE BIDIK PERKUAT STRUKTUR PERMODALAN
Share via
Terbit Pada
13 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 09-09-2026, 11:41:am
28527805
IQPlus, (13/10) - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.
Emiten yang bergerak di bidang perdagangan komputer dan perlengkapannya ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.443.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Aksi korporasi ini ditempuh perseroan guna memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan likuiditas perusahaan.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, rencananya akan dialokasikan secara penuh untuk mendukung modal kerja, kegiatan operasional, pengembangan usaha, hingga pembayaran utang.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, perseroan terlebih dahulu akan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 18 November 2026, dengan recording date daftar pemegang saham yang berhak hadir ditetapkan pada 26 Oktober 2026. Setelah mengantongi lampu hijau dari RUPSLB, manajemen NINE akan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pelaksanaan rights issue ini sendiri akan dilakukan dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB, dengan tetap memerhatikan kondisi pasar serta kebutuhan pendanaan perseroan.
Berdasarkan laporan registrasi per 30 September 2026, struktur kepemilikan saham NINE saat ini terdiri atas Poh Holding Pte Ltd sebesar 35,85%, Djoni sebesar 5,10%, Noprian Fadli sebesar 0,07%, dan masyarakat sebesar 58,98%. Sementara itu, total modal ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 2.157.000.000 saham.
Bagi pemegang saham eksisting yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, kepemilikan sahamnya akan mengalami penurunan persentase atau dilusi. Besaran dilusi tersebut nantinya akan sangat bergantung pada jumlah akhir saham baru yang berhasil diterbitkan dalam pelaksanaan PMHMETD I. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
