BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    FREDERICA TERPILIH JADI KETUA DK OJK

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    12 March 2026

    07025229

    IQPlus, (12/3) - Komisi XI DPR RI pada Rabu menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Anggota Dewan Komisioner OJK, dengan menguji 10 nama yang dikirimkan oleh panitia seleksi dari pihak pemerintah.

    Pada hari yang sama, setelah melalui rapat internal, Komisi XI pun mengumumkan lima Anggota Dewan Komisioner OJK terpilih.

    "Hari ini Komisi XI telah memutuskan hasil fit and proper test atas calon Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 untuk 5 jabatan, yaitu ada 10 yang melakukan fit and proper dan diputuskan ada 5 jabatan yang diisi," kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.

    Selanjutnya Komisi XI DPR RI akan menyerahkan nama-nama yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3).

    Berikut profil lima Anggota Dewan Komisioner OJK yang lolos fit and proper test hari ini.

    Friderica Widyasari Dewi (Ketua DK OJK)

    Sebelum bergabung dengan OJK, Friderica atau akrab disapa Kiki cukup lama berkecimpung di dunia pasar modal. Perempuan yang lahir pada 28 November 1975 ini pernah mengemban jabatan sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2015.

    Jabatan di BEI tersebut ia pegang hingga 2015 dan pada tahun yang sama beralih sebagai Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 2016. Masih di KSEI, Friderica kemudian menjadi Direktur Utama mulai 2016 hingga 2019.

    Ia juga sempat menduduki jabatan di salah satu BUMN sektor jasa keuangan, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada 2020 hingga 2022.

    Dengan terpilihnya Kiki sebagai Kepala Dewan Komisioner OJK usai lolos fit and proper test pada Rabu (11/3), maka jabatan Kepala Eksekutif PEPK tidak lagi diembannya.

    Hernawan Bekti Sasongko (Wakil Ketua DK OJK)

    Hernawan tercatat telah menempuh pendidikan strata satu di Universitas Kristen Indonesia dan strata dua di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia.

    Ia memiliki rekam jejak yang panjang di bidang keuangan termasuk pernah menjadi Senior Ekonomis untuk Bank Indonesia, New York, pada 2003-2006 serta Kepala Divisi/Analis Ekonomi Senior Departemen Internasional Bank Indonesia pada 2010-2013.

    Hasan Fawzi (Kepala Eksekutif PMDK OJK)

    Hasan memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997.

    Laki-laki yang lahir di Purwakarta 27 April 1970 ini kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008.

    Hasan pernah mengemban berbagai jabatan strategis seperti Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode 2012-2015 dan 2015-2018, dan Direktur Pengembangan BEI pada 2018-2022.

    Dicky Kartikoyono (Kepala Eksekutif PEPK OJK)

    Laki-laki kelahiran Jakarta pada 19 Desember 1967 ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada bidang Akuntansi pada 1994 dan pendidikan magister di George Washington University dengan konsentrasi Project Management dan lulus pada 1999.

    Ia memulai kariernya di Bank Indonesia sejak 3 April 1995. Beberapa jabatan yang pernah ia pegang di bank sentral antara lain Kepala Departemen Manajemen Strategis & Tata Kelola (2022-2023), Kepala Perwakilan Bank Indonesia London (2020-2022), serta Pegawai Setingkat Direktur Eksekutif pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia London (2020-2022).

    Adi Budiarso (Kepala Eksekutif ITSK-IAKD OJK)

    Adi mendapatkan gelar Diploma IV STAN pada 1997, Master of Accounting dari University of Southern California pada 2001, serta gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra pada 2014.

    Ia tercatat memiliki rekam jejak yang panjang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak 1990 sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

    Adi juga pernah menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office (CTO) pada Sekretariat Jenderal Kemenkeu tahun 2014-2018. (end/ant)