FOKUS PADA KAWASAN TERINTEGRASI, RISE BIDIK KINERJA SOLID HINGGA AKHIR TAHUN 2026
Share via
Terbit Pada
20 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 21-04-2026, 04:21:pm
10937268
IQPlus, (20/4) - Emiten properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) memproyeksikan tren pertumbuhan positif akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh pencapaian impresif pada tiga bulan pertama tahun ini, di mana Perseroan berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan.
Berdasarkan laporan kinerja kuartal I-2026, emiten pengembang portofolio TANRISE ini membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp97,2 miliar. Angka tersebut melonjak tajam 496% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,3 miliar. Pertumbuhan laba yang melampaui lima kali lipat ini sejalan dengan kenaikan pendapatan Perseroan sebesar 36% menjadi Rp173,1 miliar.
Direktur Utama RISE, Budi Agusti, menyatakan bahwa hasil ini merupakan validasi atas strategi percepatan monetisasi proyek dan efisiensi biaya yang dijalankan perusahaan. "Kami optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan ini secara berkelanjutan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
RISE menyiapkan sejumlah strategi kunci untuk mempertahankan kinerja hingga akhir 2026. Langkah ini difokuskan pada penguatan ekspansi bisnis sekaligus peningkatan pendapatan berulang (recurring income) guna menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Salah satu strategi utama adalah memperkuat pengembangan real estat terintegrasi. Perusahaan akan memfokuskan proyek pada kawasan residensial, komersial, serta industrial estate yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu, RISE juga mengoptimalkan pemanfaatan landbank yang dimiliki. Pengembangan cadangan lahan strategis di berbagai lokasi akan dipercepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan nilai aset perusahaan.
Di sisi lain, peningkatan pendapatan berulang dilakukan melalui optimalisasi aset properti investasi dan sektor hospitality. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas arus kas di tengah dinamika pasar properti.
Hingga Maret 2026, segmen real estat masih menjadi kontributor utama dengan sumbangan Rp117,4 miliar atau setara 68% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen perkantoran menyumbang Rp15,9 miliar sebagai pendapatan berulang yang stabil.
Dengan fundamental yang solid, RISE berkomitmen untuk terus menghadirkan proyek bernilai investasi tinggi seperti Tanrise City di Sidoarjo dan Bandung, serta Tanrise Industrial Estate di Banjarbaru guna memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sepanjang tahun ini. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
