EURO BERADA DI JALUR PENURUNAN MINGGUAN KELIMA
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
09 October 2026
28130362
IQPlus, (9/10) - Euro berada di jalur penurunan mingguan kelima berturut-turut pada hari Jumat, meskipun terdapat tanda-tanda bahwa tren jual mulai kehilangan momentum seiring stabilnya pasar utang Prancis yang sempat anjlok dan penurunan imbal hasil obligasi AS yang meredam laju penguatan dolar.
Mata uang bersama ini sempat menyentuh level terendah dalam 17 bulan di angka $1,1161 pada hari Senin akibat kekhawatiran pasar mengenai beban utang Prancis yang mencapai rekor tertinggi dan sulitnya proses politik untuk pemangkasan anggaran, kontras dengan kondisi dolar AS dan ekonomi AS yang tampak tangguh.
Sejak saat itu, euro telah pulih dan diperdagangkan di level $1,1211, mencatat penurunan mingguan sebesar 0,3% dan penurunan lebih dari 3% terhadap dolar selama lima minggu terakhir.
Nilai tukar euro terhadap poundsterling juga turun 0,3% sepanjang minggu ini, diperdagangkan mendekati level terendah dalam 16 bulan di angka 84,74 pence. Nilai tukar euro terhadap franc Swiss stabil di kisaran 0,9324 franc per euro setelah pekan lalu mencatat penurunan mingguan terbesar dalam 17 bulan.
"Menurut pandangan saya, semua pergerakan ini sudah cukup ekstrem," ujar Matt Simpson, analis senior di StoneX, Brisbane.
"Biasanya hanya ada dua atau tiga pergerakan besar dalam setahun untuk euro, dan ini adalah salah satunya... namun momentum *bearish* mulai memudar (dan) saya akan sangat berhati-hati di level rendah seperti ini."
Kandidat presiden dari kubu sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, memaparkan rencana untuk memangkas defisit anggaran minggu ini langkah yang dinilai menenangkan oleh pasar, mengingat rivalnya dari kubu sayap kiri radikal, Jean-Luc Melenchon, sempat meminta bank sentral untuk menghapus utang pemerintah.
Para pelajar Prancis memblokade sekolah menengah dan melakukan aksi unjuk rasa di berbagai kota pada hari Kamis dalam gelombang protes terbaru terkait kondisi pendidikan; hal ini menyoroti dilema yang dihadapi para pemimpin dalam menyeimbangkan tuntutan belanja sosial dengan kekhawatiran pasar. "Aksi jual obligasi Prancis dan pergolakan sosial kini saling memengaruhi dalam sebuah siklus umpan balik," ujar ahli strategi Macquarie, Thierry Wizman dan Gareth Berry, dalam sebuah catatan kepada klien.
"Eskalasi kerusuhan di jalanan dapat memicu pelebaran selisih imbal hasil obligasi."
Di sisi lain, pergerakan dolar cenderung terbatas dan laju penguatannya melambat seiring imbal hasil obligasi AS yang menuju penurunan mingguan terbesar dalam sekitar tiga bulan, di tengah reli pasar yang kuat semalam. Mata uang yen menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut, meskipun pergerakan dalam tiga minggu terakhir tergolong sangat minim karena nilainya stabil di kisaran 158 yen per dolar.
Vishnu Varathan, kepala strategi makro Asia-Pasifik di Mizuho Securities Singapura, mengatakan bahwa dolar berada dalam "posisi unggul yang rentan, diuntungkan oleh kinerja euro dan yen yang buruk."
Dolar Australia bergerak di kisaran $0,6960 dan pound sterling di $1,3233.
Dolar Selandia Baru sedang mengalami tren pelemahan terpanjang dalam lebih dari empat tahun, menuju penurunan mingguan ketujuh berturut-turut akibat rendahnya suku bunga Selandia Baru di angka 2,75% dibandingkan dengan suku bunga acuan The Fed yang berada di kisaran 3,75% hingga 4%.
Mata uang Kiwi berada di level $0,5601 dan tidak jauh dari titik terendah tahun 2025 di level $0,5485. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
