PERKUAT STRUKTUR KEUANGAN, TBIG RILIS SURAT BERHARGA RP2,37 TRILIUN
Share via
Terbit Pada
09 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 15-06-2026, 04:48:pm
28141039
IQPlus, (9/10) - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp1,244 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 sebesar Rp1,126 triliun.
Penerbitan emisi dengan total nilai Rp2,37 triliun ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan VII dengan target total dana Rp20 triliun serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan target sisa imbalan Rp8 triliun.
Masa penawaran umum untuk instrumen keuangan ini dijadwalkan berlangsung pada 9 dan 12 Oktober 2026. Selanjutnya, tanggal penjatahan ditetapkan pada 13 Oktober 2026, diikuti dengan distribusi secara elektronik pada 15 Oktober 2026, dan pencatatan resmi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2026.
Obligasi Berkelanjutan VII Tahap V ditawarkan tanpa warkat sebesar 100% dari nilai nominal yang terbagi dalam tiga seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp500 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,15% per tahun dan tenor 370 hari. Seri B sebesar Rp150,65 miliar memiliki bunga 7,65% per tahun berjangka waktu 3 tahun. Sementara Seri C ditawarkan sebesar Rp593,65 miliar dengan bunga 7,80% per tahun berjangka waktu 5 tahun.
Secara bersamaan, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap V juga diterbitkan dalam tiga seri tanpa warkat. Seri A ditawarkan dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp1,000 triliun (tenor 370 hari), Seri B sebesar Rp83,06 miliar (tenor 3 tahun), dan Seri C sebesar Rp43,01 miliar (tenor 5 tahun). Pembayaran bunga obligasi serta cicilan imbalan ijarah akan dilakukan secara berkala setiap triwulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 15 Januari 2027.
Seluruh dana bersih yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan dialokasikan oleh Perseroan untuk melakukan pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia sebesar Rp1,237 triliun yang jatuh tempo pada 19 Oktober 2026. Sementara itu, dana bersih hasil penawaran sukuk ijarah akan digunakan untuk melunasi sisa pokok pinjaman PT Bank UOB Indonesia sebesar Rp712,41 miliar serta sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mizuho Indonesia sebesar Rp408,89 miliar.
Dalam penerbitan kali ini, PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+(idn) (Double A Plus) untuk instrumen penawaran tersebut. Penerbitan ini dijamin secara penuh (full commitment) oleh jajaran penjamin pelaksana emisi, di antaranya PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT BCA Sekuritas, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
