ESDM RESMIKAN PENGIRIMAN PIPA PERDANA PROYEK TRANSMISI GAS DUSEM
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
20 February 2026
05029877
IQPlus, (20/2) - Demi mencapai ketahanan energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui percepatan pembangunan infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai - Sei Mangkei (Dusem). Pembangunan pipa gas ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mengintegrasikan infrastruktur gas bumi di wilayah Sumatera Utara hingga Riau.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman saat meresmikan Pengiriman Perdana Pipa Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem di pabrik PT Krakatau Pipe Industries (KPI), Cilegon, Banten. Laode juga mengatakan bahwa pembangunan pipa transmisi gas Dusem merupakan salah satu perwujudan dari kebijakan Pemerintah dalam program diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
"Pemerintah masih terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi dalam upaya merealisasikan kemudahan akses gas dengan menjangkau beberapa wilayah di Indonesia. Pembangunan pipa transmisi gas bumi ini bertujuan memberikan akses energi kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat," ujar Laode di Cilegon, Banten, Kamis (19/2).
Proyek yang memiliki nilai investasi dengan total pagu sebesar Rp6,5 Triliun ini dirancang untuk memiliki volume desain sebesar 109,2 MMSCFD. Pembangunan yang telah dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027 ini diharapkan dapat mengintegrasikan jaringan pipa transmisi gas di sepanjang Pulau Sumatera, guna mendukung hilirisasi industri dan penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
Laode pun mengungkapkan apresiasinya kepada tim yang terlibat, sehingga Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
"Kami tentu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran baik dari Krakatau Steel serta Krakatau Pipe Industries atas langkah-langkah cepat dan terukur, yang menyebabkan apa yang kita laksanakan masih berada dalam timeline. Lalu kami sampaikan terima kasih juga kepada Kerja Sama Operasi (KSO) 1 dan KSO 2 yang juga telah melakukan kerja sama yang sangat kompak dengan Krakatau Steel dan Krakatau Pipe dan tim kami sehingga proses dari pipa ini bisa berjalan, saya lihat timeline-nya masih sangat sesuai," ucap Laode. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
