ESDM : 150 JUTA BAREL MINYAK RUSIA DIIMPOR BERTAHAP HINGGA AKHIR 2025
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
24 April 2026
11350607
IQPlus (24/4) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan komitmen mengimpor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.
"Impornya akan dilakukan secara bertahap," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Yuliot menyampaikan impor minyak sebesar 150 juta barel tidak bisa dilakukan secara sekaligus, sebab memerlukan storage atau fasilitas penyimpanan minyak di dalam negeri.
Nantinya, minyak yang diimpor dari Rusia tidak hanya untuk kebutuhan mobilitas masyarakat, melainkan juga untuk kegiatan industri, tambang, serta bisa didistribusikan untuk bahan baku petrokimia bila dibutuhkan.
"Untuk pemenuhan kebutuhan sampai akhir tahun. 150 juta barel," ucap Yuliot.
Meskipun demikian, komitmen Indonesia untuk mengimpor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) juga masih berlangsung. Ia menyampaikan kebutuhan minyak Indonesia per harinya sekitar 1,6 juta barel, sedangkan produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
"Berarti kita impor sekitar 1 juta barel, kurang lebih. Kalau dikalkulasikan (sepanjang tahun) 150 juta itu juga kurang. Kita mencari tambahan dari negara-negara lain, termasuk yang dari Amerika," ucap Yuliot. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
