EMISI OBLIGASI RP1,38 TRILIUN, LONTAR PAPYRUS TAWARKAN BUNGA HINGGA 10,75%
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
02 June 2026
15236572
IQPlus, (2/6) - Perusahaan produk bubur kertas dan kertas, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, resmi mengonfirmasi jumlah pencatatan Obligasi Berkelanjutan III Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap III Tahun 2025 dengan nilai total pokok mencapai Rp1.382.175.000.000,- (satu triliun tiga ratus delapan puluh dua seratus tujuh puluh lima juta Rupiah).
Dalam keterangan tertulis tersebut, perseroan mengonfirmasi penerbitan obligasi tanpa warkat yang diterbitkan berdasarkan Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan harga penawaran sebesar 100% dari nilai pokok obligasi.
Obligasi tersebut terbagi dalam tiga seri. Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp201,654 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,00% per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender, sehingga akan jatuh tempo pada 1 Juni 2026. Sementara itu, Seri B diterbitkan dengan jumlah pokok Rp860,676 miliar, menawarkan bunga tetap 10,25% per tahun dan tenor tiga tahun yang akan berakhir pada 21 Mei 2028.
Adapun Seri C memiliki jumlah pokok sebesar Rp319,845 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,75% per tahun. Obligasi ini memiliki jangka waktu lima tahun dan akan jatuh tempo pada 21 Mei 2030. Dengan demikian, total nilai pokok obligasi yang diterbitkan perseroan mencapai sekitar Rp1,38 triliun yang terbagi dalam tiga seri dengan tenor dan tingkat kupon yang berbeda.
Manajemen menjelaskan bahwa bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan bakal dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2025, sementara pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo akan disesuaikan dengan tenor masing-masing seri.
Dalam melancarkan aksi korporasi ini, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry menggandeng delapan penjamin pelaksana emisi efek. PT Aldiracita Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin dengan porsi terbesar, yaitu senilai Rp680,7 miliar. Disusul oleh PT Indo Premier Sekuritas sebesar Rp159,3 miliar, PT BNI Sekuritas senilai Rp135,3 miliar, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebesar Rp129,6 miliar.
Sementara itu, porsi penjaminan selebihnya dipegang oleh PT Sucor Sekuritas (Rp77,8 miliar), PT BRI Danareksa Sekuritas (Rp68,7 miliar), PT Maybank Sekuritas Indonesia (Rp65,7 miliar), dan PT Mandiri Sekuritas (Rp64,8 miliar). (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
