BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

EKSPANSI DE HEUS MAKIN AGRESIF, ASET STRATEGIS AYAM SENILAI RP70 MILIAR RESMI DIAKUISISI

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 03-08-2026, 12:01:pm

21430785

IQPlus, (03/8) - De Heus Group melalui anak usahanya, PT Universal Agri Bisnisindo (UAB), resmi menyelesaikan akuisisi aset strategis senilai Rp70 miliar milik emiten perunggasan PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM). Transaksi yang rampung pada 29 Juli 2026 tersebut memperkuat ekspansi grup nutrisi hewan asal Belanda itu di industri peternakan Indonesia sekaligus menegaskan strategi penguasaan ekosistem hulu hingga hilir perunggasan nasional.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), aset yang dialihkan meliputi 15 bidang tanah seluas 129.645 meter persegi di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, beserta bangunan serta mesin dan peralatan pendukung operasional. Nilai transaksi mencapai Rp70 miliar atau setara 33,53% dari total ekuitas AYAM per 31 Desember 2025 sebesar Rp208,79 miliar, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material.

Meski kepemilikan aset berpindah ke PT Universal Agri Bisnisindo, operasional AYAM tetap berjalan normal. Hal itu karena kedua pihak telah menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa (sale and leaseback), sehingga aset yang dijual tetap digunakan oleh perseroan untuk mendukung kegiatan produksi. Skema tersebut juga menjadi bagian dari strategi optimalisasi struktur pendanaan perusahaan.

Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk, Fadhl Muhammad Firdaus, mengatakan transaksi tersebut merupakan langkah perseroan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset tanpa mengganggu kegiatan operasional. "Transaksi ini merupakan bagian dari langkah Perseroan dalam mengoptimalkan pengelolaan aset dan struktur pendanaan. Transaksi tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional Perseroan, karena aset tetap digunakan berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa yang telah disepakati," ujar Fadhl dalam keterbukaan informasi.

Masuknya De Heus melalui transaksi ini melengkapi langkah ekspansi yang sebelumnya telah dilakukan perusahaan asal Belanda tersebut dengan menguasai 80% saham anak usaha AYAM. De Heus Animal Nutrition sendiri merupakan perusahaan nutrisi dan pakan ternak yang berdiri sejak 1911 dan beroperasi di lebih dari 20 negara. Di Indonesia, perusahaan memperkuat penetrasi pasar melalui PT Universal Agri Bisnisindo sebagai kendaraan operasionalnya untuk mengembangkan bisnis nutrisi hewan dan peternakan.

AYAM menilai prospek industri perunggasan nasional masih positif seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat, pertumbuhan jumlah penduduk, serta dukungan berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perseroan juga terus memperluas pasar melalui penguatan jaringan modern trade, pelanggan korporasi, institusi, serta membangun kemitraan strategis melalui program Janu Meet & Connect (JMC) untuk menyediakan produk protein hewani bagi sektor pertambangan, manufaktur, hingga kawasan industri.

Di tingkat regional, De Heus juga terus memperluas bisnisnya di Asia. Pada akhir Maret 2026, perusahaan menyelesaikan akuisisi bisnis CJ Feed & Care dari CJ CheilJedang yang mencakup 17 pabrik pakan dan operasional peternakan di sejumlah negara Asia. CEO De Heus Animal Nutrition, Gabor Fluit, menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kehadiran perusahaan di Asia, termasuk Indonesia, Vietnam, Kamboja, Korea Selatan, dan Filipina, sekaligus memperluas dukungan terhadap peternak melalui solusi nutrisi hewan, genetika unggul, serta pengembangan rantai nilai peternakan yang berkelanjutan. (end)