BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    EASYCASH EDUKASI LITERASI KEUANGAN GENERASI MUDA DI SURABAYA

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    24 April 2026

    11349627

    IQPlus, (24/4) - PT Indonesia Fintopia Technology kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui kegiatan edukasi bertajuk "Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital" di Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan ini digelar bersama International Association of Registered Financial Consultants untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak di era digital.

    Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, masih terdapat kesenjangan antara inklusi keuangan yang mencapai 80,51% dan literasi yang baru 66,46%. Pada kelompok Gen Z, inklusi bahkan mencapai 89,96%, namun literasi masih di angka 73,22%, menunjukkan banyak anak muda telah menggunakan layanan keuangan digital tanpa pemahaman memadai terkait risiko dan tanggung jawabnya.

    Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menyebut Surabaya sebagai kota dengan populasi generasi muda yang dinamis, namun rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat. Ia menekankan pentingnya edukasi agar generasi muda tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelolanya secara bijak.

    Sebagai solusi, Easycash menghadirkan dua inisiatif utama, yakni Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar. MOJANG dikembangkan bersama Asosiasi Fintech Indonesia dan IARFC dengan pendekatan ringan dan visual untuk Gen Z, sementara ChatPindar merupakan teknologi berbasis AI yang dapat diakses kapan saja untuk menjawab pertanyaan terkait pinjaman daring.

    Melalui MOJANG, pengguna dapat mempelajari berbagai topik seperti manajemen arus kas, membedakan platform legal dan ilegal, hingga pentingnya menjaga reputasi kredit. Sementara ChatPindar membantu memberikan informasi akurat mengenai produk pinjaman daring, risiko, serta tips pengelolaan keuangan secara praktis dan mudah dipahami.

    Wildan menegaskan bahwa reputasi kredit merupakan aset penting bagi masa depan. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan, seperti gagal bayar, dapat berdampak panjang terhadap akses layanan keuangan. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak.

    Sementara itu, perwakilan IARFC, Mirzan Hasan, menyoroti fenomena lifestyle inflation di kalangan Gen Z yang dipicu oleh media sosial. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur keuangan, memahami prioritas, serta menggunakan pinjaman secara produktif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih cerdas finansial dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (end)