DRMA MULAI JUAL FAST CHARGING DI AJANG GIIAS 2026
Share via
Terbit Pada
02 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 03-07-2026, 12:26:am
21424401
IQPlus, (2/8) - Emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Tanah Air, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkenalkan produk terbaru Fast Charging 2W dan Buffer Charging di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2026. Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang mencapai 50%, Fast Charging 2W dan Buffer Charging ini merupakan karya anak bangsa yang menjanjikan.
Fast Charging 2W merupakan produk charging cepat dengan durasi kurang lebih 15 menit pengisian. Adapun Buffer Charging merupakan produk charging yang sangat praktis. Buffer Charging ini bisa dibawa ke mana saja, dan dapat digunakan untuk wilayah terpencil seperti perkebunan, pertambangan, maupun wilayah industrial.
DRMA sendiri tengah fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV) terintegrasi sebagai bagian dari infrastruktur pendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua di Indonesia. Terkait hal itu, Perseroan bukan hanya berpikir dan bertindak tentang produksi kendaraan bermotor, tetapi juga memikirkan tentang seberapa cepat, mudah, aman, dan terjangkau produk tersebut bagi masyarakat.
"Dalam hal ini, Fast Charging merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem EV yang terintegrasi, berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional," kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.
Lebih jauh ditegaskan, bahwa Perseroan berkomitmen untuk menjadi pelopor sekaligus penggerak dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang inovatif, andal, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dimana sebagai langkah awal, program pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi ini akan diimplementasikan melalui pilot project di lingkungan operasional Dharma Group.
"Setelah itu, pengembangan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah, pelaku industri, institusi, dan berbagai mitra terkait untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berdaya saing," tutup Irianto. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
