DORONG EFISIENSI LOGISTIK, ASSA TAMBAH KEGIATAN USAHA KE SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI
Share via
Terbit Pada
09 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 02:51:pm
15954639
IQPlus, (9/6) - Emiten jasa transportasi dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), resmi mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha melalui pengembangan Transportation Management System (TMS) Integrated Solution. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya perseroan untuk meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta menjawab kebutuhan pelanggan akan efisiensi biaya dan transparansi operasional.
Perseroan telah merencanakan pengembangan sistem TMS yang mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem terpadu. Untuk mendukung operasional sistem ini, ASSA juga akan menyediakan layanan Business Process Outsourcing (BPO) dan pusat kendali operasional (Control Tower).
Guna mendukung rencana pengembangan usaha, PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) mengusulkan penambahan sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sebagai kegiatan usaha utama. Penambahan tersebut mencakup KBLI No. 62199 tentang Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL serta KBLI No. 58290 tentang Aktivitas Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya.
Selain itu, perseroan juga menambahkan beberapa KBLI sebagai kegiatan usaha pendukung, yakni KBLI No. 62204 tentang Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (IoT) serta KBLI No. 61105 tentang Aktivitas Jasa Sistem Komunikasi Data. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ruang lingkup usaha dan mendukung pengembangan layanan berbasis teknologi di masa mendatang.
Integrasi teknologi IoT, seperti penggunaan GPS dan sensor, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas dan pengendalian operasional secara real-time, termasuk pemantauan suhu dan kelembapan untuk pengiriman cold chain.
Saat ini, sistem TMS perseroan tengah dalam tahap uji coba secara internal dan dijadwalkan untuk peluncuran komersial pada bulan Agustus 2026. Seluruh rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dibiayai menggunakan dana internal perseroan.
Keputusan mengenai perubahan anggaran dasar sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
