BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

DITOPANG BISNIS MENARA DAN FIBER, MITRATEL CATAT KINERJA SOLID PADA SEMESTER I-2026

Terbit Pada

04 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 13-07-2026, 01:21:pm

21528112

IQPlus, (04/8) - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk ("Mitratel", IDX: MTEL), perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, secara konsisten memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi yang selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia dan Telkom Group. Transformasi tersebut berbuah hasil positif seperti tercermin pada pencapaian kinerja Mitratel selama paruh pertama tahun 2026, ditopang pertumbuhan bisnis yang solid dengan fundamental keuangan yang kuat, profitabilitas yang tetap terjaga, serta akselerasi bisnis digital sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.

Hingga Semester I-2026, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,69 triliun, meningkat 2,1% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh bisnis penyewaan menara sebagai core business Perseroan dengan kontribusi 81,7% terhadap total pendapatan. Di sisi lain, bisnis fiber terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan semakin berperan sebagai mesin pertumbuhan baru seiring strategi Mitratel membangun ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi.

Mitratel juga membukukan EBITDA sebesar Rp3,89 triliun, tumbuh 0,8% YoY, dengan EBITDA Margin tetap terjaga tinggi di level 82,9%. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp1,11 triliun, meningkat 1,5% YoY, dengan Net Profit Margin sebesar 23,7%. Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, serta disiplin pengelolaan biaya sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil implementasi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten, sesuai dengan arah transformasi Danantara dan Telkom Group untuk memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di sektor infrastruktur digital.

"Transformasi yang kami jalankan bukan sekadar memperluas portofolio bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang, dengan dorongan penguatan daya saing, penciptaan nilai tambah, dan peningkatan efisiensi sesuai dengan langkah transformatif Danantara Indonesia dan Telkom Group Mitratel terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-aService (PaaS). Strategi ini memperkuat posisi kami dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan," Ujar Theodorus Ardi Hartoko.

Dari sisi operasional, Mitratel semakin memperkokoh kepemimpinannya sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Hingga Semester I-2026, Perseroan mengelola 40.563 menara, dengan 59% berada di luar Pulau Jawa sebagai wilayah pertumbuhan utama. Strategi ekspansi tersebut berhasil mendorong kolokasi tumbuh 10,3% YoY menjadi 23.303 tenant, sehingga meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57x. Peningkatan tersebut mencerminkan optimalisasi aset yang semakin tinggi sekaligus meningkatnya kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel.

Sebagai bagian dari transformasi menuju Next-Generation Tower Company, Mitratel terus mempercepat pengembangan bisnis fiber yang kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama Perseroan. Hingga Semester I-2026, jaringan fiber tumbuh 13,9% YoY menjadi 74.779 km billable length, memperkuat kapabilitas Mitratel dalam menghadirkan solusi infrastruktur digital yang semakin terintegrasi. Transformasi tersebut diperkuat melalui pengembangan solusi Fiber-to-the-Tower (FTTT) untuk mendukung layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta Power-as-aService (PaaS) yang memberikan solusi penyediaan energi yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan bagi operator telekomunikasi. Melalui layanan PaaS, Mitratel juga mengembangkan inovasi Green Tower as a Service (GTaaS) sebagai sumber pendapatan berulang (recurring revenue) baru sekaligus mendukung efisiensi energi pelanggan.

Selain memperluas portofolio bisnis, Perseroan terus meningkatkan operational excellence melalui pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Inovasi AIONIC One digunakan untuk meningkatkan akurasi identifikasi perangkat di setiap menara, memperkuat efektivitas operasional, meningkatkan produktivitas aset, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.

Ke depan, Mitratel optimistis prospek bisnis jangka panjang tetap positif. Salah satu katalis utama berasal dari rencana pemerintah melaksanakan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, yang diperkirakan akan mendorong ekspansi jaringan operator secara signifikan, terutama di wilayah rural dan luar Pulau Jawa. Dengan portofolio aset terbesar di Asia Tenggara, kapabilitas analitik berbasis AI, serta fundamental keuangan yang solid, Mitratel berada pada posisi yang strategis untuk menjadi mitra utama operator dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.

"Dengan fundamental yang kuat, transformasi yang berjalan konsisten selaras dengan arah transformasi Danantara dan Telkom Group, serta disiplin dalam menjaga profitabilitas, kami optimistis Mitratel akan terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. Kami berkomitmen memperkuat posisi sebagai NextGeneration Tower Company yang menghadirkan solusi infrastruktur digital end-to-end untuk mendukung percepatan transformasi digital Indonesia," tutup Theodorus Ardi Hartoko. (end)