DBS BENTUK WEALTH MANAGEMENT INSTITUTE GUNA TINGKATKAN KOMPETENSI RELATIONSHIP MANAGER
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
16 July 2026
19630975
IQPlus, (16/7) - PT Bank DBS Indonesia membentuk Wealth Management Institute sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas layanan wealth management di tengah semakin kompleksnya kebutuhan investasi nasabah beraset besar atau High Net Worth Individuals (HNWI).
Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam DBS Insights Forum 2026 yang mengangkat tema A New Lens on a Multipolar World. Selain membahas prospek ekonomi global dan strategi investasi, forum tersebut juga menjadi ajang Bank DBS Indonesia memperkenalkan penguatan layanan bagi nasabah DBS Treasures Private Client.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan layanan wealth management yang bersifat personal membutuhkan Relationship Manager (RM) yang memiliki pemahaman menyeluruh terhadap kebutuhan nasabah. Karena itu, perusahaan tidak hanya melakukan seleksi ketat terhadap RM, tetapi juga menyediakan pelatihan berkelanjutan.
Melalui Wealth Management Institute, Bank DBS Indonesia menyiapkan program pengembangan kompetensi yang mencakup berbagai topik, mulai dari strategi menghadapi volatilitas pasar global, solusi bisnis, tren industri, perencanaan pensiun, hingga succession planning.
Selain aspek teknis investasi, program tersebut juga mencakup penguatan kemampuan komunikasi dan soft skills guna meningkatkan kualitas pendampingan kepada nasabah. Perseroan menilai kompetensi Relationship Manager menjadi faktor penting dalam memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu.
Melfrida mengatakan pengelolaan kekayaan saat ini tidak lagi terbatas pada investasi semata, melainkan mencakup berbagai aspek seperti corporate wealth management, perencanaan warisan, hingga persiapan generasi penerus melalui pengalaman kerja nyata.
Melalui penguatan sumber daya manusia dan layanan yang lebih personal, Bank DBS Indonesia berharap dapat terus mendukung kebutuhan nasabah dalam mengambil keputusan finansial jangka panjang sekaligus mempertahankan kualitas layanan wealth management di Indonesia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
