COO DANANTARA TEGASKAN PEMBIAYAAN KOPDES MERAH PUTIH DARI PEMERINTAH
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
12 June 2026
16246037
IQPlus, (12/6) - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan pembiayaan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bukanlah dari Danantara, melainkan dari pemerintah.
"Perlu dijelaskan bahwa peran Danantara dalam program tersebut adalah membantu pemerintah menjalankan program, tetapi uang yang digunakan bukan uang Danantara. Uangnya adalah uang pemerintah," kata Dony dalam keterangannya tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Dony, masih banyak pihak yang menganggap Danantara menjadi sumber pembiayaan program tersebut. Padahal, peran Danantara hanya membantu pemerintah dalam pelaksanaan program, sedangkan seluruh pendanaannya berasal dari pemerintah.
Ia mencontohkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung ekonomi desa, seperti cold storage di kawasan pesisir, yang kerap dikaitkan dengan Danantara setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut nama lembaga tersebut dalam sejumlah kesempatan.
Menurut dia, penyebutan Danantara tidak berarti lembaga tersebut mengeluarkan dana untuk membangun fasilitas dimaksud.
"Banyak yang kemudian mengira Danantara yang menyediakan dananya atau membeli fasilitas tersebut. Padahal bukan seperti itu," ujar dia.
Dony menjelaskan, Danantara memiliki sejumlah perusahaan dengan kemampuan dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menjalankan program-program strategis nasional. Namun, seluruh pekerjaan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut tetap dibayar oleh pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tujuan utama Koperasi Desa Merah Putih adalah membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan distribusi pupuk kepada petani berjalan lebih baik, hasil pertanian terserap pasar, akses pembiayaan masyarakat semakin mudah, serta ketergantungan terhadap rentenir dapat ditekan.
"Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, distribusi pupuk kepada petani menjadi lebih jelas. Kemudian ketika petani menghasilkan produk pertanian, tersedia sarana untuk mengangkut hasil panen ke koperasi," ujar dia. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
