CHINA CATAT REKOR IMPOR KEDELAI DI 2025
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
14 January 2026
01342729
IQPlus, (14/1) - China mencatat rekor impor kedelai pada tahun 2025, karena meningkatkan pembelian dari Amerika Selatan di tengah kekhawatiran akan kekurangan pasokan jika perang dagang dengan Washington berlanjut.
Pembeli kedelai terbesar di dunia ini mengimpor 111,83 juta metrik ton pada tahun 2025, meningkat 6,5% dari tahun sebelumnya, menurut data bea cukai yang dirilis pada hari Rabu.
"Pengiriman terkonsentrasi dari produsen utama, termasuk Brasil dan Argentina, mendorong peningkatan tajam impor pada semester pertama, membantu mengangkat total tahunan ke rekor tertinggi," kata Liu Jinlu, seorang peneliti pertanian di Guoyuan Futures.
Hal itu disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian atas impor setelah perang dagang China-AS meningkat pada kuartal kedua dan ketiga, yang mendorong pembeli China untuk mempercepat pembelian kedelai Amerika Selatan dalam skala besar, tambahnya.
Kedatangan kedelai pada bulan Desember meningkat 1,3% dari tahun sebelumnya menjadi 8,04 juta ton, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data bea cukai.
Impor kedelai China pada bulan Desember secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar, kata Wang Wenshen, seorang analis di Sublime China Information.
"Keterlambatan dalam bea cukai telah memperlambat aliran kedelai impor, mendorong beberapa pabrik pengolahan untuk menangguhkan operasi atau membatasi pengiriman di tengah kekurangan pasokan," tambahnya.
Wang memperkirakan total kedatangan kedelai sebesar 7,48 juta ton pada bulan Januari dan 5,2 juta ton pada bulan Februari, karena prospek pasokan semakin ketat.
Namun, secara bulanan, pengiriman bulan Desember turun 0,9% dari bulan November, yang merupakan bulan ketiga berturut-turut di mana China tidak mengimpor kedelai dari Amerika Serikat.
Impor kedelai China mencapai rekor dari Mei hingga Oktober tahun lalu, karena pembeli berebut kargo Amerika Selatan sementara sebagian besar menghindari kedelai AS karena tarif yang tinggi.
Beijing telah meningkatkan pembelian kedelai AS setelah gencatan senjata perdagangan dengan Washington pada akhir Oktober.
Para pedagang dan analis memperkirakan bahwa, pada awal pekan lalu, China telah membeli hampir 10 juta ton kedelai AS, atau hingga 80% dari 12 juta ton yang menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah dijanjikan China untuk dibeli pada akhir Februari. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
