CGAS BIDIK PENDAPATAN RP879 MILIAR PADA 2026, PACU BISNIS CNG DAN LNG
Share via
Terbit Pada
15 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 07-05-2026, 11:32:am
16554184
IQPlus, (15/6) - Emiten sektor energi bersih PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS) mengincar pertumbuhan pendapatan menjadi Rp879 miliar dan laba bersih Rp23,9 miliar pada 2026. Untuk meningkatkan kinerja keuangan, perusahaan berencana menambah tiga stasiun Compressed Natural Gas (CNG) dan ekspansi bisnis ke sektor Liquefied Natural Gas (LNG).
Direktur Utama CGAS Andika Purwonugroho menyampaikan manajemen menargetkan pendapatan Rp879 miliar pada 2026, naik 43,65% year-on-year (YoY) dengan strategi fokus berkelanjutan terhadap pengembangan bisnis dan peningkatan layanan pelanggan. Laba bersih diharapkan meningkat 68,14% YoY menjadi Rp23,9 miliar seiring dengan peningkatan utilisasi pabrik CNG.
"Kami menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sejalan dengan peningkatan volume penjualan menjadi 3.539.000 MMBTU pada 2026, naik 41,83% YoY," ungkapnya dalam Paparan Publik, Senin (15/6/2026).
Pada tahun ini, sambung Andika Purwonugroho, memiliki portofolio bisnis infrastruktur gas yang terdiri atas stasiun compressed natural gas (CNG), CNG hub, dan liquefied natural gas (LNG) station yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Indonesia.
Pada segmen CNG Station, CGAS mengoperasikan 6 fasilitas dengan total kapasitas mencapai 12,2 MMSCFD (million standard cubic feet per day). Jaringan tersebut berada di Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas terbesar sebesar 5 MMSCFD, disusul Gresik, Jawa Timur sebesar 2 MMSCFD.
Selain itu, perseroan juga memiliki fasilitas di Waru, Sidoarjo (1,5 MMSCFD), Grobogan, Jawa Tengah (1,5 MMSCFD), Palembang, Sumatra Selatan (1,2 MMSCFD), serta Majalengka, Jawa Barat (1 MMSCFD).
Di sisi hilir distribusi, CGAS mengoperasikan 6 CNG Hub dengan fasilitas tersebut tersebar di Bandung, Klaten, Kediri, Malang, Lampung, dan Jombang. Keberadaan CNG Hub berfungsi sebagai titik distribusi untuk menjangkau pelanggan di wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas.
Sementara itu, pada segmen LNG Station, CGAS memiliki 1 fasilitas yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas 1,5 MMSCFD. Infrastruktur ini mendukung penyaluran gas alam cair kepada pelanggan industri yang membutuhkan pasokan energi secara fleksibel di luar jaringan pipa.
Secara keseluruhan, pada tahun 2026 CGAS mengelola infrastruktur gas dengan total kapasitas sekitar 13,7 MMSCFD, yang terdiri atas fasilitas CNG Station berkapasitas 12,2 MMSCFD dan LNG Station berkapasitas 1,5 MMSCFD. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi Perseroan dalam memenuhi kebutuhan energi sektor industri di berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Sejalan dengan upaya memperkuat portofolio bisnis, CGAS merencanakan kegiatan usaha baru di bidang LNG dapat mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV tahun 2026. Saat ini, Perseroan tengah menyelesaikan tahapan engineering, procurement, dan construction (EPC) guna memastikan seluruh fasilitas operasional dapat berfungsi sesuai standar teknis, aspek keselamatan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Setelah beroperasi, produk LNG CGAS akan menyasar segmen pelanggan ritel maupun industri yang membutuhkan pasokan gas bumi untuk menunjang kegiatan operasional. Sejumlah perusahaan yang masuk dalam daftar calon pelanggan potensial antara lain PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia, PT Indo Kordsa Tbk, PT Magnolia Energi Lestari, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, PT Ateja Tritunggal, PT Bumi Marga Konstruksi, serta PT Genthala Arta Mandiri.
"Manajemen meyakini bahwa pengembangan usaha LNG akan memperluas pangsa pasar Perseroan, meningkatkan diversifikasi basis pelanggan, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan. Strategi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi CGAS sebagai penyedia solusi energi gas terintegrasi bagi sektor industri nasional," jelasnya.
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja Perseroan yang menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. CGAS membukukan pendapatan sebesar Rp611,90 miliar, meningkat 20,33% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp508,50 miliar. Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas, yang tercermin dari laba bersih Perseroan sebesar Rp15,88 miliar pada tahun 2025 atau meningkat 62,79% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp9,76 miliar.
Dengan fundamental usaha yang terus menguat dan ekspansi bisnis LNG yang tengah dipersiapkan, CGAS optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi industri di Indonesia.(end)
Riset Terkait
Berita Terkait
