BI : KINERJA NERACA PEMBAYARAN INDONESIA PERLU TERUS DIPERKUAT
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
19 August 2026
23057623
IQPlus, (19/8) - IQPlus, (19/8) - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%
Dalam siaran pers BI (19/8) disebutkan Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal.
Neraca perdagangan periode Januari hingga Juni 2026 secara kumulatif mencatat surplus 3,58 miliar dolar AS, dengan perkembangan Juni 2026 mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS. Dari transaksi modal dan finansial, aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 (hingga 14 Agustus 2026) mencatat net inflows sebesar 1,8 miliar dolar AS, ditopang penerbitan global bond Pemerintah serta inflows pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar 145,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan ketahanan eksternal tetap kuat ditopang sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam menghadapi gejolak global. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
