BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BUKIT ULUWATU VILLA (BUVA) INCAR DANA Rp1,53 TRILIUN MELALUI RIGHTS ISSUE

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 30-07-2026, 04:11:pm

21451188

IQPlus, (03/8) - Emiten pengembang dan pengelola resort mewah, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), resmi mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 6.154.263.660 saham biasa atas nama atau setara dengan 20,00 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp250 per saham, sehingga total dana yang berpotensi diraup Perseroan mencapai Rp1.538.565.915.000 (Rp1,53 triliun).

Setiap pemegang empat saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 28 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD, di mana satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru. PT Nusantara Utama Investama (NUI) selaku pemegang saham utama dan pengendali dengan kepemilikan 61,07 persen, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan sebanyak 2,4 miliar HMETD. Apabila saham baru tidak seluruhnya diserap oleh pemegang saham ekisting, sejumlah pembeli siaga-termasuk PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Bapak Hapsoro, dan Bapak Ferry Sudjono-telah menyatakan kesanggupannya untuk menyerap sisa saham sesuai porsi perjanjian.

Dana segar hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi dialokasikan untuk beberapa agenda strategis Perseroan. Sebesar Rp420,49 miliar akan disalurkan sebagai penyertaan modal ke PT Bukit Bali Permai (BBP) untuk akuisisi PT Royal Uluwatu Residence (RUR) serta pengembangan kawasan lahan seluas 3,9 hektar di Uluwatu (West Resort). Sementara itu, sebesar Rp417,80 miliar dialokasikan untuk pembayaran dipercepat atas seluruh pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian pembiayaan Perseroan guna menekan beban keuangan.

Sisa dana lainnya akan dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur kawasan pariwisata dan peremajaan aset hotel. Perseroan mengalokasikan Rp396,18 miliar untuk pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate di Bali, serta Rp150 miliar untuk renovasi menyeluruh (full renovation) pada hotel Alila Ubud di Gianyar, Bali. Selain di Bali, BUVA juga menganggarkan Rp150 miliar untuk penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa guna mendukung pembangunan infrastruktur kawasan wisata terpadu Lagoi di Bintan, Kepulauan Riau.

Berdasarkan jadwal sementara yang dirilis Perseroan, tanggal perdagangan cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 24 September 2026, sedangkan ex-HMETD jatuh pada 25 September 2026. Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan berlangsung pada 30 September 2026, dengan periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 1 hingga 14 Oktober 2026. Penjatahan pemesanan saham tambahan akan dilakukan pada 20 Oktober 2026, diikuti pembayaran dari pembeli siaga pada 21 Oktober 2026.

Perseroan mengingatkan para pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD II ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) hingga maksimum sebesar 20,00 persen. Bagi investor yang bermaksud melaksanakan HMETD dalam bentuk warkat, pendaftaran dapat dilakukan melalui Biro Administrasi Efek (BAE) PT EDI Indonesia, sementara pemegang HMETD elektronik dalam penitipan kolektif KSEI dapat mengajukan instruksi pelaksanaan melalui Perusahaan Efek atau Bank Kustodian masing-masing. (end)