BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BUKIT ASAM BIDIK PRODUKSI DAN PENJUALAN 49,5 JUTA TON PADA 2026

    Terbit Pada

    06 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 01-04-2026, 09:20:am

    09547802

    IQPlus, (6/4) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan volume produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada 2026 setelah rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perseroan disetujui tanpa pemotongan volume.

    Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan perseroan menyambut positif persetujuan RKAB tersebut sebagai dasar untuk menjaga kinerja tahun berjalan.

    "Per tanggal 6 Maret kemarin, RKAB perseroan telah disetujui tanpa adanya pengurangan volume yang kami usulkan," kata Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

    Ia menjelaskan target produksi dan penjualan 2026 berada di kisaran hampir 50 juta ton dan diharapkan dapat menyentuh angka 50 juta ton.

    Menurut dia, perseroan tetap optimistis memasuki 2026, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan praktik pertambangan yang baik.

    "Perseroan menargetkan volume produksi dan penjualan ini sekitar hampir 50 juta, atau 49,5 juta, tapi kami harapkan nanti bisa mencapai 50 juta," ujarnya.

    Arsal mengatakan harga batu bara pada 2026 menunjukkan tren meningkat sejak awal tahun, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai.

    Ia menyebut indeks batu bara Indonesia (ICI) 1 saat ini mendekati 140, sementara ICI 3 berada di kisaran 73, yang memberikan ruang perbaikan harga jual.

    Namun, menurut dia, kenaikan harga batu bara juga disertai dengan kenaikan biaya produksi, terutama dari bahan bakar.

    Arsal menambahkan implementasi program biodiesel B40 dan rencana peningkatan ke B50 diperkirakan menambah beban biaya sekitar 2 dolar AS per ton.

    "Nah untuk mengatasi itu semua, di samping tadi ada kenaikan harga, kawan-kawan ini yang dari operasional sama dari keuangan mereka tetap harus melakukan efisiensi, ini menjadi kunci," tuturnya.

    Ia menegaskan strategi utama perusahaan pada 2026 tetap bertumpu pada efisiensi, pengelolaan biaya yang disiplin, serta penambangan yang selektif untuk menjaga daya saing.

    Di sisi infrastruktur, PTBA juga berharap proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan dapat mulai beroperasi secara bertahap sekitar pertengahan tahun ini.

    Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto mengatakan proyek tersebut memiliki target kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun.

    "Kan bertahap, nggak langsung. Itu kan target kapasitas 20 juta ton. Tapi tahun ini berapa dulu, tahun depan berapa, ada tahapannya," ucap Turino.

    Ia menambahkan perusahaan tetap melihat peluang peningkatan produksi secara bertahap ke depan, sejalan dengan dukungan infrastruktur dan kondisi harga batu bara.(end/ant)