BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BUKA MERAIH PENDAPATAN Rp4,0 TRILIUN DI SEMESTER I-2026

Terbit Pada

29 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 23-06-2026, 05:43:pm

20936903

IQPlus (29/7) - PT BUKALAPAK.COM Tbk (BUKA) mencatatkan pendapatan pada semester pertama 2026 mencapai Rp4,0 triliun, meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama 2025, sedangkan khusus kuartal kedua 2026 sebesar Rp1,6 triliun.

Margin kontribusi perseroan tercatat sebesar Rp72 miliar pada kuartal kedua 2026 dan margin kontribusi selama semester I tahun ini tumbuh 11 persen menjadi Rp171 miliar.

Direktur PT BUKALAPAK.COM Tbk Victor Putra Lesmana, di Jakarta, Rabu, memaparkan perusahaan juga mencatat Adjusted EBITDA sebesar Rp6 miliar di kuartal kedua 2026, melanjutkan tren Adjusted EBITDA yang positif sejak awal tahun.

Sepanjang semester I-2026, kata dia lagi, dalam keterangannya di Jakarta, Adjusted EBITDA tercatat positif Rp10 miliar, meningkat sekitar Rp44 miliar dibandingkan negatif Rp34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I-2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan," katanya pula.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, ujarnya, perseroan tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen.

Pada kuartal kedua 2026, segmen Gaming mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun. Secara kumulatif, pendapatan Gaming selama semester I tahun ini tumbuh 42 persen menjadi Rp3,5 triliun, didukung oleh pengembangan bisnis internasional.

Segmen ini juga mencatat Adjusted EBITDA positif secara konsisten, yaitu sebesar Rp7 miliar pada kuartal kedua 2026.

Mitra Bukalapak mencatatkan pendapatan Rp152 miliar pada kuartal kedua 2026, dari sebelumnya Rp188 miliar pada periode sama 2025.

Dampak dari langkah untuk fokus pada produk yang lebih selektif ini, juga mempengaruhi performa paruh pertama tahun ini, dengan pendapatan semester I-2026 mencatat penurunan sebesar 27 persen year on year (yoy) dibanding periode sama 2025.

Hal itu sebagai bagian dari konsolidasi menuju profitabilitas yang lebih sehat, sejalan dengan fokus strategis untuk mendorong produk bermargin lebih tinggi.

Terbukti dari margin kontribusi Mitra yang tumbuh 48 persen menjadi Rp29 miliar pada kuartal kedua 2026. Adjusted EBITDA Mitra juga berbalik positif menjadi Rp8 miliar pada kuartal yang sama, dari negatif Rp9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, katanya lagi.

Segmen Investment melalui BMoney melanjutkan pertumbuhan dengan pendapatan paruh pertama 2026 tumbuh 68 persen secara tahunan (yoy), dari Rp26 miliar menjadi Rp44 miliar. Pada 1H26, margin kontribusi turut tumbuh 62 persen menjadi Rp15 miliar, didukung oleh pertumbuhan assets under management (AUM) yang mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Segmen Retail mencatatkan pendapatan Rp60 miliar pada kuartal kedua 2026, di tengah fokus perusahaan dalam mengoptimalkan pipeline produk, mengelola persediaan, serta mengembangkan jaringan gerai secara selektif.

Efek dari pendekatan selektif ini tercermin pada performa paruh pertama, di mana pendapatan semester 1 tahun ini berada di angka Rp139 miliar, mengalami penurunan sebesar 14 persen dari posisi Rp162 miliar pada semester 1 tahun lalu.

"Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen Mitra, dan pertumbuhan segmen Investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan," ujar Victor. (end/ant)