BPH MIGAS-PEM AKAMIGAS KOLABORASI SIAPKAN GENERASI SEKTOR MIGAS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
13 January 2026
01256786
IQPlus, (13/1) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Jawa Tengah, berkolaborasi dalam rangka menyiapkan generasi sektor migas di masa mendatang.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan dari bangku pendidikan, calon akademisi dan praktisi migas dipersiapkan sejak dini agar mampu berkontribusi dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
"Dari sisi pembelajaran, keteknikan PEM Akamigas sangat kuat, prakteknya sangat istimewa, fasilitas juga sangat bagus. Ini memberikan kesempatan belajar yang sangat optimal," katanya saat menjadi pembicara pada kegiatan One Day With Experts di PEM Akamigas Cepu, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026).
Di hadapan sekitar 1.290 mahasiswa PEM dari berbagai program studi, Wahyudi menambahkan pembelajaran tersebut turut didukung dengan terjun langsung di dunia kilang, instrumentasi, logistik, serta pengolahan sebagai bagian dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia.
Wahyudi mengungkapkan dirinya merupakan salah satu alumni Program Studi Teknologi Gas PEM Akamigas.
Menurut dia, amanah sebagai Kepala BPH Migas saat ini juga tidak terlepas dari studi yang ditempuh di PEM Akamigas.
Wahyudi, yang memulai karirnya di PT PGN Tbk ini menuturkan bekal ilmu di PEM Akamigas, ditambah dengan dedikasi, loyalitas, dan integritas menjadi fondasi penting dalam perjalanan karirnya hingga saat ini.
"Kami mengajak adik-adik di PEM Akamigas menjadi generasi penerus yang bisa membantu program pemerintah dan nantinya menyiapkan kaderisasi pegawai maupun calon pegawai dalam kegiatan usaha migas," lanjutnya.
Saat ini, PEM Akamigas memiliki lima program studi sarjana terapan, yakni Teknik Produksi Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang, dan Logistik Migas.
Dengan rata-rata lulusan 400 orang per tahun dengan lebih dari 90 persen lulusan PEM diserap di industri migas.
Menurut Wahyudi, keberagaman latar belakang mahasiswa PEM Akamigas dari berbagai wilayah di Indonesia, menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola migas nasional.
Oleh karenanya, kolaborasi BPH Migas dengan civitas academica penting dalam mencetak calon pemimpin sektor energi di masa depan.
"Mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada energi nasional, seperti yang saat ini dilakukan pemerintah, yaitu upaya pengurangan impor minyak bumi serta agar subsidi dan kompensasi BBM lebih tepat sasaran," sebut Wahyudi.
Sementara itu, Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani menuturkan kehadiran alumnus yang kini menjabat Kepala BPH Migas dalam program One Day With Experts ini merupakan suatu kebanggaan.
"Hal ini menjadi bukti nyata, cerita sukses dan keberhasilan di industri migas, yang mana Bapak Wahyudi tidak hanya menjadi pegawai industri migas, tetapi turut menduduki level tertinggi salah satu lembaga di sektor energi dan sumber daya mineral," ucapnya.
Erdila menambahkan sistem pembelajaran PEM Akamigas tidak hanya melakukan kegiatan perkuliahan di dalam kelas, penguatan kompetensi dilakukan dengan praktikum di laboratorium, workshop, serta program magang di industri migas.
"Oleh karenanya, fungsi dan peran dari BPH Migas sangat penting, seperti memberikan kesempatan kepada kami menyelaraskan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri migas. Tentu, ini menjadi harapan besar bagi kami, BPH Migas dapat menjadi support system dari kegiatan pendidikan di PEM Akamigas," tambahnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
