BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BP BUMN TEGASKAN LANGKAH TRANSFORMASI BUMN SEKTOR KESEHATAN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    28 January 2026

    02754376

    IQPlus, (28/1) - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Donny Oskaria menegaskan pentingnya langkah transformasi perusahaan BUMN di sektor kesehatan dan farmasi.

    "Khusus untuk perusahaan kesehatan kita. Kita sedang melakukan transformasi yang sangat dalam berkaitan dengan perusahaan-perusahaan kesehatan yang ada di BUMN," kata Donny di Jakarta, Rabu.

    Menurut dia, kelima BUMN sektor kesehatan yang meliputi Bio Farma, Kimia Farma, Indofarma, INUKI, dan Pertamedika IHC, masing-masing memiliki sifat bisnis (business nature) yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan yang sesuai dan efisien satu sama lain.

    "Management-nya harus efisien, perusahaannya harus berjalan dengan kondisi yang sehat, sehingga nanti kita bisa menyebabkan margin kita bisa kita buat lebih rendah lagi yang akhirnya diterima manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," kata Donny.

    Kimia Farma, lanjutnya, memiliki tantangan untuk membuat obat dan mampu menjual obatnya menjadi terjangkau.

    Selain itu, Donny menilai perusahaan juga perlu membuat utilisasi pabriknya dengan optimal sehingga harga pokok penjualan (COGS) kepada masyarakat bisa rendah, serta memperhatikan apotik sebagai bisnis ritel.

    Ia kembali mencontohkan bagaimana utilisasi pabrik yang rendah berdampak pada margin kontribusi (contribution margin) bahkan menjadi negatif.

    "Secara revenue dia cukup tinggi, tetapi secara net income-nya mereka enggak mampu. Karena utilisasi pabriknya dibuat banyak, tetapi utilisasinya rendah. Modal kerjanya kurang, akibatnya SKU-nya mulai dipotong-potong," kata Donny.

    Untuk itu, ia mengatakan proses restrukturisasi perusahaan itu tidak cukup hanya dengan melakukan analisa finansial, tapi juga waktu (timing) yang juga harus pas.

    Salah satu langkah tersebut adalah tidak menjadikan Bio Farma sebagai holding dari BUMN kesehatan lagi, hingga melibatkan Danantara ke Kimia Farma.

    "Apa yang kami lakukan adalah tahap satu kita melakukan pengalihan Bio Farma. Bio Farma tidak lagi menjadi holding bagi Kimia Farma dan Kimia Farma Apotik. Kimia Farma direct berada di bawah Danantara, dan Kimia Farma Apotik juga sedang kita review untuk independen karena secara nature of business-nya dia juga berbeda, dia lebih kepada retail business," kata Donny menjelaskan.

    Suntikan dana dari Danantara ke Kimia Farma pada akhir tahun 2025, ia mengatakan diharapkan mampu membuat perusahaan masuk ke dalam profil yang sehat.

    Di sisi lain, ia mengatakan BP BUMN juga melakukan transformasi secara operasional, terutama dalam aspek teknologi yang lebih baru dan relevan di Kimia Farma Apotik.

    "Sekarang kita sedang melakukan proses mendata ulang dan mengimplementasikan teknologi IT system di Kimia Farma Apotik. Kita harapkan nanti ke depannya kita juga me-review model bisnisnya menjadi lebih modern, sehingga SKU-nya nanti tidak hanya obat saja, tetapi juga masuk ke hal-hal seperti beauty dan hal lain," ujar dia.

    Sedangkan untuk Bio Farma, Donny mengatakan tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) untuk kemungkinan pengembangan pabrik vaksin, yang juga harus dihitung dengan peningkatan revenue.

    "Jangan sampai nanti investment yang overinvest menyebabkan net income-nya menjadi negatif," kata Donny. (end/ant)