BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BKPM PERKUAT PENGEMBANGAN PELABUHAN TANJUNG CARAT

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    10 April 2026

    09937666

    IQPlus, (10/4) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkuat pengembangan pelabuhan terintegrasi Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan tujuan memacu efisiensi logistik.

    Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyampaikan proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat infrastruktur logistik yang terintegrasi dengan kawasan industri dan jaringan transportasi lainnya.

    Dirinya menghadiri langsung pencanangan pembangunan (project launching) pelabuhan tersebut pada Kamis (9/4), serta menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur dasar, tetapi juga solusi atas tantangan efisiensi logistik di Sumatera Selatan.

    "Persoalan utama kita bukan pada sumber daya, tetapi pada kemampuan mengkomersialisasikan dan efisiensi logistik. Pelabuhan Tanjung Carat ini adalah solusi untuk meningkatkan kapasitas perdagangan dan memperbaiki daya saing kita," tegasnya.

    Ia menjelaskan Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari batu bara, migas, hingga komoditas perkebunan. Namun, potensi tersebut belum optimal karena keterbatasan infrastruktur logistik yang efisien.

    "Kita ini kaya sumber daya, tapi kalau tidak kompetitif, tidak ada artinya. Ujungnya masyarakat juga yang menanggung. Maka infrastruktur logistik menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah," ungkapnya.

    Sebagai pelabuhan terintegrasi, Tanjung Carat dirancang terhubung dengan berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan tol, jalur kereta api, serta kawasan industri dalam satu klaster pengembangan.

    Kawasan ini juga diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis hilirisasi untuk memperkuat daya tarik investasi.

    "Ini konsolidasinya bagian dari proyek investasi dan proyek strategis nasional, dan rencananya juga nanti di sini akan kita buka area kawasan ekonomi khusus. Nanti ini akan pertama kalinya menjadi kawasan ekonomi khusus hilirisasi," jelasnya.

    Lebih lanjut, Todotua mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Sumatera Selatan pada 2025 mencapai Rp62,66 triliun, didominasi sektor industri pengolahan, khususnya kertas dan percetakan, serta sektor pertambangan dan energi.

    Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan arah transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah yang perlu didukung oleh sistem logistik yang efisien.

    "Potensi investasinya sudah besar, tetapi harus kita dorong dengan infrastruktur yang efisien agar nilai tambahnya bisa maksimal dan daya saingnya meningkat," ungkapnya. (end/ant)