BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BI DORONG PENGEMBANGAN PUVA BERALIH DARI FONDASI KE AKTIVITAS PASAR

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

28 October 2026

30041520

IQPlus, (28/10) - Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) untuk beralih dari penguatan fondasi menuju peningkatan aktivitas dan pemanfaatan produk serta infrastruktur pasar.

Terkait hal ini, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan pentingnya percepatan implementasi Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing 2030 (BPPU 2030).

"Keberhasilan pendalaman PUVA tidak cukup berhenti pada tersedianya ketentuan dan infrastruktur, tetapi harus tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi, perluasan partisipasi pelaku pasar yang kompeten, pembentukan harga yang semakin baik, serta penguatan tata kelola dan integritas pasar," kata Destry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, industri didorong semakin aktif dalam menyediakan likuiditas, mengembangkan inovasi, dan mengatasi hambatan implementasi untuk mengakselerasi pendalaman PUVA.

Adapun penguatan sinergi BI bersama Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) telah dilaksanakan dalam High Level Meeting (HLM) di Jakarta pada Jumat (23/10).

BI menyampaikan bahwa implementasi BPPU 2030 terus diperkuat melalui pengembangan produk, pembentukan harga, peningkatan kapasitas pelaku, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan.

Menurut BI, berbagai capaian strategis telah dihasilkan antara lain pengembangan transaksi repo untuk meningkatkan likuiditas pasar uang, penguatan INDONIA sebagai referensi suku bunga, serta pengembangan instrumen lindung nilai dan transaksi valuta asing (valas).

Capaian tersebut didukung penguatan peran dealer utama PUVA, peningkatan kompetensi dan integritas pelaku pasar, serta pengembangan infrastruktur untuk mendukung transaksi yang lebih efisien dan aman.

Memasuki 2027, BI bersama APUVINDO akan mengakselerasi implementasi BPPU 2030 melalui empat prioritas strategis, yaitu pengembangan pasar uang, pengembangan pasar valas, penguatan pelaku pasar, dan pengembangan infrastruktur pasar keuangan.

Pengembangan pasar uang difokuskan pada penguatan Surat Berharga Komersial (SBK) sebagai alternatif pembiayaan sektor riil, perluasan penggunaan INDONIA sebagai referensi suku bunga berbagai produk keuangan, serta peningkatan likuiditas Overnight Index Swap (OIS) untuk mendukung pembentukan suku bunga yang lebih efisien.

Upaya tersebut didukung perluasan basis investor dan peningkatan aktivitas transaksi di pasar sekunder. (end/ant)