BI: BALI BUTUH KONEKTIVITAS KERETA API PERKUAT DIVERSIFIKASI INVESTASI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 July 2026
18855664
IQPlus, (8/7) - Bank Indonesia (BI) menyebutkan Provinsi Bali membutuhkan konektivitas salah satunya berupa transportasi massal kereta api guna memperkuat diversifikasi investasi merata dan berkelanjutan di Pulau Dewata.
"Kami melihat konektivitas ini masih menjadi pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi makin baik," kata Kepala BI Bali Achris Sarwani di sela diskusi terkait investasi dan infrastruktur di Denpasar, Rabu.
Menurut dia, secara regulasi di daerah sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali tahun 2023-2043.
Dalam pasal 20 perda tersebut menyebut sistem jaringan kereta api yang mencakup jaringan jalur kereta api dan stasiun kereta api.
Ia menjelaskan konektivitas itu membuka lebih luas peluang investasi di luar Bali Selatan dan di luar sektor pariwisata.
Achris menambahkan sebesar 98,56 persen investasi berkutat di sektor tersier yaitu hotel, restoran, perumahan, kawasan industri dan perkantoran.
Penanaman modal pun, lanjut dia, terkonsentrasi di daerah pariwisata yaitu mayoritas 64 persen di Kabupaten Badung, 15 persen di Gianyar, dan 10 persen di Kota Denpasar.
Sisanya, diperebutkan oleh enam kabupaten lainnya di Bali dengan porsi kecil di bawah tiga persen.
Meski sudah tertuang dalam regulasi, namun hingga saat ini belum terealisasi transportasi massal tersebut.
Pendanaan masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mendukung konektivitas yang berperan mendorong pemerataan ekonomi. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
