BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MAMI SEBUT KONSUMSI DOMESTIK HADAPI TANTANGAN DI KUARTAL II 2026

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

08 July 2026

18859217

IQPlus, (8/7) - Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja menilai konsumsi domestik Indonesia mulai menghadapi tekanan yang lebih besar pada kuartal II 2026 seiring kenaikan suku bunga, inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah dan likuiditas yang semakin ketat.

Pada kuartal I 2026 aktivitas ekonomi domestik masih relatif tangguh karena ditopang faktor musiman Hari Raya, belanja pemerintah yang besar, investasi, serta peningkatan skala berbagai program sosial.

"Namun untuk kuartal II dan secara keseluruhan tahun 2026 ini tantangan dan keterbatasan semakin meningkat seiring kenaikan BI Rate, kenaikan inflasi, pelemahan rupiah dan likuiditas yang lebih ketat," ujar Freddy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, tekanan terhadap konsumsi tercermin dari sejumlah indikator ekonomi terkini.

Inflasi secara tahun berjalan hingga akhir Juni 2026 mencapai 1,79 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,38 persen.

Kenaikan harga tersebut dinilai berdampak pada penjualan ritel yang terkontraksi selama dua bulan berturut-turut, yakni minus 3,7 persen pada April dan minus 3,2 persen pada Mei.

Penurunan penjualan ritel itu kemudian ikut menekan aktivitas sektor manufaktur.

Hal tersebut terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang turun menjadi 46,9 pada Juni 2026, level terendah sejak Juni 2025. (end/ant)