BAPPENAS : RI PERLU TRANSISI DARI PERTUMBUHAN BERBASIS UPAH MURAH
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
09 September 2026
25142916
IQPlus, (9/9) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai Indonesia perlu bertransisi mengubah model pertumbuhan ekonomi yang selama ini bertumpu pada tenaga kerja murah dan sumber daya alam untuk dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Dalam konferensi bersama Asian Development Bank Institute di Jakarta, Rabu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa transformasi tersebut membutuhkan pergeseran menuju pertumbuhan yang didorong oleh produktivitas tinggi, inovasi, serta penguatan institusi.
Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung transformasi ekonomi tersebut.
"Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki sistem kesehatan, dan memperkuat perlindungan sosial," ujarnya.
Rachmat lebih lanjut menjelaskan visi pembangunan jangka panjang bukan sekadar memprediksi kondisi masa depan, melainkan membentuk masa depan yang ingin dicapai suatu negara.
Oleh karena itu, perencanaan pembangunan perlu diperkuat agar pemerintah tidak hanya mampu merespons perubahan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat mengantisipasi berbagai risiko dan peluang yang muncul.
Ia mengatakan tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, bencana yang disebabkan aktivitas manusia, hingga bencana alam yang sulit dihindari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan pengembangan Bappenas Institute sebagai platform strategis untuk menjembatani pengetahuan dengan pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan Bappenas.
Ia menyebutkan Bappenas Institute akan memiliki tiga fungsi utama, yakni strategic policy intelligence, pengembangan kapasitas perencanaan melalui planning academy, serta kolaborasi pengetahuan dan kebijakan.
Fungsi strategic policy intelligence ditujukan untuk membantu pemerintah membaca perubahan lebih awal dan menyusun pilihan kebijakan berbasis data dan bukti.
Sementara itu, planning academy akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas perencanaan di tingkat nasional maupun daerah.
Bappenas juga akan mendorong kolaborasi pengetahuan yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas daerah, sektor swasta, dan mitra pembangunan.
Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia dan institusi menjadi bagian penting agar Indonesia mampu meningkatkan produktivitas dan mewujudkan target pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
