BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BAPANAS TEGASKAN JAGA STABILITAS HARGA BERAS LEWAT INTERVENSI SPHP

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    16 April 2026

    10548414

    IQPlus, (16/4) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan intervensi perberasan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga beras serta memastikan pasokan tetap terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

    "SPHP beras di tahun 2026 kita targetkan sebanyak 828 ribu ton. Jadi beras SPHP ini menjadi instrumen sangat penting untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga," kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

    Dia menyampaikan, harga beras secara nasional terpantau masih cukup terkendali. Meski fluktuasi masih terjadi, namun tetap terkendali. Pemerintah konsisten menjalankan berbagai program intervensi perberasan dengan menggelontorkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

    Lebih lanjut dia mengatakan, dalam analisis Bapanas terhadap data kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) minggu kedua April, beras dilaporkan ada kenaikan IPH pada 83 kabupaten/kota secara nasional.

    Dari total itu, hanya 41 kabupaten/kota yang alami kenaikan IPH beras dan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk kenaikan IPH yang melebihi HET beras medium terjadi di 19 provinsi.

    Adapun Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan jumlah kabupaten/kota yang alami kenaikan IPH melebihi HET beras medium di 5 sampai 6 kabupaten/kota.

    Untuk itu, Bapanas telah meminta Perum Bulog untuk memacu realisasi penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

    Selain itu, program bantuan pangan beras sebagai bantalan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan juga dapat menstabilkan kondisi perberasan.

    "Jadi Bulog agar segera untuk mempercepat realisasi beras SPHP, sehingga dapat berlangsung lebih kencang," ucapnya.

    Dalam laporan yang diterima Bapanas, lanjut Andriko, realisasi penjualan beras program SPHP tahun 2026 sejak awal Maret sampai 14 April telah mencapai 111,2 ribu ton.

    "Ini cukup berkorelasi terhadap perkembangan harga beras medium secara nasional," tuturnya (end/ant)