BANK DANAMON CATAT LABA BERSIH Rp1,1 TRILIUN DI KUARTAL I
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-04-2026, 04:31:pm
11949620
IQPlus, (30/4 ) - PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat perolehan laba bersih periode berjalan konsolidasian pada kuartal I 2026 sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 35 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan perbaikan sebesar 13 persen (yoy) pada biaya kredit (cost of credit), bank membukukan laba operasional konsolidasian sebesar Rp1,6 triliun.
Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pihaknya mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, dengan mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Lebih lanjut, per akhir Maret 2026, bank membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp216,2 triliun, tumbuh 9 persen (yoy).
Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 11 persen pada lini bisnis enterprise banking and financial institution, 9 persen pada lini bisnis SME banking, 7 persen pada lini bisnis consumer banking, dan 5 persen pada lini bisnis Adira Finance.
Pada sisi penghimpunan dana, total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian mencapai Rp176,1 triliun, tumbuh 16 persen (yoy).
Dalam sisi profitabilitas, sepanjang tiga bulan pertama 2026, pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) konsolidasian sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 12 persen (yoy).
Dalam sisi rentabilitas, margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) sebesar 7,6 persen.
Perseroan menyampaikan, pertumbuhan pada sisi intermediasi keuangan dan profitabilitas tersebut dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Per 31 Maret 2026, bank mencatatkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,2 persen, lebih baik 2,4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Rasio NPL bruto pada waktu yang sama adalah sebesar 1,6 persen, 30 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) sebesar 290,6 persen, meningkat 8,3 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Perseroan menyatakan terus mengimplementasikan prioritas strategisnya, yang mencakup fokus pada sejumlah ekosistem bisnis prioritas, serta investasi untuk memperkuat kapabilitas inti pada perbankan digital, branding, sumber daya manusia, dan transformasi kantor cabang, sehingga mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang kuartal I 2026.
Pada ekosistem otomotif, pertumbuhan tercatat 36 persen (yoy) pada penyaluran pinjaman sinergi (synergy loan) bersama dengan Adira Finance.
Kemudian dari sisi perbankan digital, aplikasi perbankan untuk nasabah retail D-Bank PRO mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 31 persen (yoy), dan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 39 persen (yoy).
Di sisi lain, aplikasi perbankan untuk nasabah korporasi mencatatkan pertumbuhan nasabah pengguna sebesar 24 persen (yoy), serta pertumbuhan 11 persen (yoy) baik pada jumlah transaksi maupun nilai transaksinya. (end)
