ASURANSI TUGU CATAT HASIL INVESTASI NAIK 61,1 PERSEN PADA 2025
Share via
Terbit Pada
12 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 20-02-2026, 09:20:am
10224597
IQPlus, (13/4) - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, anak usaha PT Pertamina (Persero), membukukan hasil investasi sebesar Rp717 miliar pada 2025, meningkat 61,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana menyatakan perseroan sebelumnya mencatatkan pendapatan hasil investasi senilai Rp445 miliar pada 2024.
"Kami ada (diversifikasi) alokasi portofolio, terus di anak usaha juga hasil investasinya cukup meningkat memanfaatkan momentum tahun lalu. Termasuk tahun lalu kalau dilihat di akhir tahun kan sebenarnya indeks (IHSG) agak naik ya," ujar Adi Pramana di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, untuk mengoptimalkan hasil investasi, pihaknya menerapkan campuran portofolio (portfolio mix), yakni portofolio bisnis (business portfolio) dan portofolio finansial (financial portfolio).
Ia menuturkan portofolio finansial tersebut termasuk portofolio investasi yang tersebar di berbagai instrumen, antara lain obligasi, deposito, dan saham.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan portofolio investasi dengan fokus pada instrumen pendapatan tetap yang memberikan yield optimal, serta pengelolaan durasi yang lebih aktif.
Ia menyatakan, pendapatan investasi yang melonjak pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya didorong oleh strategi alokasi aset yang lebih optimal, terutama pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi dan deposito.
Selain itu, perseroan juga melakukan pengelolaan durasi portofolio yang lebih adaptif terhadap pergerakan suku bunga, sehingga mampu menangkap peluang yield yang lebih tinggi.
"Kondisi pasar keuangan domestik yang relatif stabil sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi. Pendekatan investasi yang prudent dan konsisten ini menjadi salah satu penopang utama profitabilitas perseroan," jelas Fitri.
Ia mengatakan, pihaknya juga berupaya mendiversifikasi instrumen portfolio perusahaan melalui green bond, sekaligus turut mendukung arahan regulator agar industri asuransi nasional dapat berkontribusi lebih terhadap sektor Enviromental, Social, and Governance (ESG).
Meskipun demikian, ia mengungkapkan saat ini pihaknya masih menghadapi tantangan dalam investasi green bond berupa masih sedikitnya suplai jenis surat berharga tersebut di pasar, sehingga alokasi green bond yang perseroan miliki saat ini masih terbatas.
"Namun, seiring waktu, kami yakin tren investasi ESG ini akan semakin berkembang, baik dari sisi suplai dan demand (permintaan) yang seharusnya akan meningkatkan likuiditas perdagangan instrumen ini ke depan dan menjadi salah satu komponen penting dalam portfolio investasi perusahaan," imbuh Fitri Azwar. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
