ASHMORE ASSET MANAGEMENT BERENCANA BUYBACK SAHAM
Share via
Terbit Pada
31 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-07-2026, 09:41:am
21149558
IQPlus, (31/7) - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (31/7) Manajemen AMOR menyatakan bahwa buyback ini merupakan perpanjangan kedua
dengan jangka waktu pembelian kembali saham tersebut akan dimulai kembali pada tanggal 1 Agustus sampai dengan tanggal 31 Oktober 2026 namun dapat berakhir sebelum batas waktu apabila pembelian kembali saham telah selesai.
Adapun perkiraan jumlah maksimal biaya Pembelian Kembali Saham adalah sebesar Rp7 miliar dari kas internal AMOR termasuk biaya-biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham serta dilakukan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang serta prospek Perseroan, sekaligus menjaga keselarasan antara kondisi pasar dan kinerja fundamental Perseroan.
Dengan valuasi saat ini di bawah rata-rata historisnya, penerapan program pembelian kembali sejalan dengan pandangan jangka panjang Manajemen terhadap industri dan perseroan, serta ditujukan untuk mengoptimalkan pengelolaan modal dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan keberlanjutan usaha.
Aksi korporasi ini tidak akan berdampak terhadap pendapatan Perseroan dan tidak akan berdampak yang material terhadap pembiayaan kegiatan operasional Perseroan karena Perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melakukan Pembelian Kembali Saham.
AMOR meyakini bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional Perseroan. Kinerja laba per saham setelah pembelian kembali saham secara penuh akan berdampak positif terhadap EPS serta akan berdampak minimal terhadap kegiatan usaha, operasional, dan pertumbuhan Perseroan dikarenakan dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham tidak material dan dengan demikian akan berdampak minimal terhadap persyaratan modal kerja Perseroan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
