ARAB SAUDI PANGKAS HARGA MINYAK UNTUK PEMBELI DI ASIA
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
05 October 2026
27732772
IQPlus, (5/10) - Arab Saudi secara tak terduga memangkas harga minyak mentah bagi pembeli di Asia untuk pengiriman bulan November, sembari menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk wilayah Eropa Barat Laut dan Mediterania, serta mempertahankan harga tetap untuk Amerika Serikat.
Eksportir minyak mentah terbesar di Timur Tengah tersebut menetapkan harga jual resmi minyak mentah Arab Light untuk tujuan Asia pada bulan November sebesar US$5 per barel di bawah rata-rata harga Oman dan Dubai, turun US$3 dibandingkan bulan sebelumnya.
Besaran diskon untuk bulan November ini merupakan yang terbesar sejak Juni 2020, menurut data Reuters.
Hal ini bertolak belakang dengan ekspektasi kenaikan sebesar US$3 per barel untuk OSP bulan November berdasarkan survei Reuters yang sejalan dengan kenaikan harga acuan minyak Timur Tengah.
Perusahaan minyak negara Saudi Aramco melakukan pemotongan harga yang lebih besar, yakni US$5 per barel, untuk OSP bulan November bagi jenis minyak mentah yang lebih berat Arab Medium dan Arab Heavy yang dijual ke Asia.
Aramco mempertimbangkan untuk menawarkan diskon bagi minyak yang dimuat dari Oman guna mengompensasi pembeli atas rekor tingginya biaya angkut, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut pekan lalu, di tengah upayanya mempertahankan pangsa pasar setelah konflik regional berdampak pada ekspor.
Secara terpisah, Saudi Aramco menaikkan harga jual resmi (OSP) bulan November untuk wilayah Eropa Barat Laut sebesar US$3 per barel untuk semua jenis minyak, setelah perusahaan tersebut kembali melakukan ekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Aramco tidak mengubah harga bagi para pembeli di Amerika Serikat.
Arab Saudi dan anggota OPEC+ lainnya sepakat pada hari Minggu (4 Oktober) untuk mempertahankan target produksi minyak tetap stabil pada bulan November, sejalan dengan perkiraan bahwa penyesuaian kebijakan produksi lebih lanjut kemungkinan besar tidak akan dilakukan hingga tahun 2027. (end/Reuters)
