BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

ANDALKAN DISTRIBUSI LNG MARITIM, GTSI KEJAR PERTUMBUHAN JANGKA PANJANG DI 2026

Terbit Pada

26 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 24-06-2026, 04:13:pm

17631454

IQPlus, (26/6) - Setelah berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang stabil sepanjang tahun 2025, emiten pelayaran spesialis pengangkutan Liquefied Natural Gas (LNG), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), kini resmi mengalihkan fokusnya pada strategi ekspansi yang agresif di tahun 2026. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan guna mendukung distribusi energi nasional.

Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, agenda utama perusahaan meliputi rencana pengembangan proyek regasifikasi serta evaluasi peluang akuisisi maupun kerja sama armada kapal LNG Carrier berkapasitas menengah. Selain itu, anak usaha Grup Humpuss ini juga tengah menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor LNG.

"Kami juga akan mengoptimalkan utilisasi armada, optimalisasi biaya dan operasional bahan bakar, serta peningkatan fleet reliability and operational excellence. Struktur permodalan dan disiplin keuangan juga akan diperkuat guna mendukung pertumbuhan jangka panjang," ujar Yon Irawan dalam keterangan tertulisnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku 2025 di Jakarta.

Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan momentum pasar global. Berdasarkan Gas Market Report dari International Energy Agency (IEA), permintaan gas di wilayah Asia Pasifik diproyeksikan kembali tumbuh (rebound) di atas 4% pada tahun 2026, ditopang oleh kenaikan pasokan LNG global yang melebihi 7%.

Tren positif tersebut menjadi peluang besar bagi GTSI untuk memperkuat posisinya dalam distribusi LNG berbasis maritim antarwilayah kepulauan di Indonesia. Tidak hanya dari sisi komersial, GTSI juga menegaskan keberlanjutan bisnisnya dengan melanjutkan roadmap ESG (Environmental, Social, and Governance).

Pada tahun 2026, perusahaan memasuki tahap Performing, yang berfokus pada implementasi kebijakan dan eksekusi nyata dari proyek-proyek keberlanjutan yang telah direncanakan. Sebelumnya, pada tahun buku 2025, GTSI mencatatkan lonjakan aset sebesar 32,25% menjadi USD 149,2 juta serta pertumbuhan pendapatan mencapai USD 34,7 juta yang didominasi oleh segmen Jasa Sewa Kapal. Modal pertumbuhan di tahun lalu ini menjadi pijakan kuat bagi manajemen untuk merealisasikan target-target strategis di sepanjang tahun ini. (end)