AIRLANGGA UNGKAP ISI RATAS BAHAS FINALISASI NEGOSIASI TARIF AS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 January 2026
00526909
IQPlus, (6/1) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap salah satu poin yang dibahas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin sore, terkait perkembangan finalisasi perundingan tarif dengan Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore memanggil beberapa menterinya, yaitu Menko Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk mengikuti rapat terbatas di Istana.
Rapat terbatas itu berlangsung selama lebih dari dua jam, kemudian selepas itu, Presiden Prabowo meninggalkan Istana menuju kawasan GBK, Senayan, untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025.
"Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro, juga progress daripada perundingan dengan Amerika Serikat, mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retret," kata Airlangga saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin malam, selepas rapat.
Pada kesempatan sama, Airlangga juga menjelaskan perundingan tarif saat ini memasuki tahap akhir pengecekan dan penyusunan draf perjanjian.
Dalam pertemuan berikutnya, tim negosiasi dari dua negara akan membahas poin-poin perjanjian yang lebih detail.
Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 12-19 Januari 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat.
"Itu (tanggal) 12-19. Itu legal drafting detail," kata Airlangga.
Menko Airlangga pada pekan terakhir Desember 2025 juga telah menemui Perwakilan Dagang Amerika Serikat/United States Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., AS.
Pertemuan itu menjadi salah satu upaya untuk finalisasi perundingan terkait tarif impor yang dikenakan oleh Pemerintah AS kepada Indonesia, yaitu sebesar 19 persen.
Selepas bertemu Greer, Airlangga menjelaskan langkah berikutnya yaitu pada minggu kedua Januari 2026, yaitu ditetapkan pada 12-19 Januari, tim perundingan dari dua negara akan melakukan pengecekan akhir draf perjanjian (legal scrubbing dan clean-up document). Tahapan itu ditargetkan rampung selama satu minggu.
Tahapan berikutnya, yaitu pada minggu ketiga Januari 2026, dokumen perjanjian (agreements on reciprocal trade/ATR) ditargetkan rampung.
Airlangga menyatakan dalam pertemuannya dengan Greer, Indonesia dan AS telah menyepakati substansi perjanjian yang tercantum dalam draf perjanjian perdagangan timbal balik (ATR) Indonesia-AS.
Airlangga melanjutkan Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Sementara itu, Amerika Serikat berkomitmen memberi pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, di antaranya minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
