ADHI KARYA CATAT PROGRES JALAN TOL JOGJA-SOLO CAPAI 86 PERSEN
Share via
Terbit Pada
23 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 04-05-2026, 10:02:am
20354728
IQPlus, (23/7) - PT Adhi Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana mencatat progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mencapai sekitar 86 persen dan ditargetkan rampung melalui proses "provisional hand over" (PHO) pada September 2026.
Humas PT Adhi Karya proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto di Sleman, Kamis, mengatakan proyek saat ini memasuki tahap akhir pengerjaan struktur setelah sukses melaksanakan pemasangan balok (erection girder) untuk akses naik dan turun (ramp on dan ramp off).
"Insya Allah sampai sekarang ya sekitar sudah masuk 86 persen. Jadi terakhir tadi malam itu kita melaksanakan "erection girder" untuk balok yang membentang, dan untuk "ramp on" serta "ramp off"-nya alhamdulillah sudah selesai," kata Agung.
Agung mengatakan fokus pekerjaan selanjutnya meliputi pembesian, pengecoran lantai beton (rigid pavement), dan pengaspalan di area "ramp on" dan "ramp off". Selain itu, pihaknya juga sedang merampungkan gerbang tol berornamen khas budaya lokal.
Desain gerbang tol tersebut nantinya akan dilengkapi dengan siluet ikonik berupa situs arsitektur Candi Ratu Boko. Struktur rangka siluet candi saat ini masih dirangkai di bagian bawah sebelum nantinya dipasang di atas area "gantry" gerbang tol di sisi timur perempatan Jalan Raya Ringroad.
Dari sisi konektivitas, ruas tol ini nantinya secara fisik sudah terhubung langsung dengan Tol Jogja-Bawen. Arus kendaraan dari kedua jalan tol tersebut akan terkoneksi dan keluar masuk melalui "exit tol" Trihanggo.
Menanggapi tantangan pembangunan di atas jalur lalu lintas nasional yang padat mobilitasnya, Agung menegaskan pihak kontraktor menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja (safety) secara ketat guna menghindari potensi kecelakaan.
Sejumlah langkah mitigasi yang diterapkan di antaranya mewajibkan pekerja mengenakan alat pelindung diri secara lengkap, memasang jaring pengaman (safety net) di sisi kanan-kiri struktur melayang (elevated), serta membatasi jam kerja untuk pekerjaan berat seperti pengecoran beton yang dilakukan pada sore atau malam hari saat volume kendaraan menurun. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
