BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 9 Sep 2026

Company

Fixed Income

Published On

09 September 2026 - 07.34am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 9 Sep 2026

View

Latest update: 29-09-2026, 15:01

Americas

Ekspektasi inflasi AS tetap tinggi meski mulai stabil. Survei Federal Reserve Bank of New York menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen AS untuk satu tahun ke depan bertahan di 3,6% pada Agustus 2026, dengan ekspektasi kenaikan harga bensin, pangan, layanan kesehatan, sewa, dan pendidikan masih meningkat. Di sisi lain, ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang relatif stabil, mengindikasikan ekspektasi harga masih cukup terjangkar meski tekanan biaya hidup tetap tinggi. Namun, kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja meningkat, tercermin dari naiknya probabilitas masyarakat yang memperkirakan tingkat pengangguran akan lebih tinggi dalam satu tahun ke depan.

Risiko pasokan dorong minyak, emas tetap tertekan. Harga minyak Brent naik mendekati USD 99 per barel setelah serangan terhadap tanker dan fasilitas energi di kawasan Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan global, termasuk melalui jalur strategis Selat Hormuz. Di sisi lain, harga emas bertahan di sekitar USD 4.350 per ons karena pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat, seiring risiko inflasi yang kembali meningkat akibat lonjakan harga energi.

Yield UST bertahan tinggi jelang data inflasi AS. Yield UST tenor 10 tahun sempat menembus 4,8% sebelum stabil di sekitar 4,78% karena pasar menantikan data CPI dan PPI AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan. Meskipun dolar AS melemah akibat penguatan yen dan berlanjutnya unwinding carry trade, peluang kenaikan suku bunga The Fed masih terjaga di sekitar 60%, didukung kuatnya data ketenagakerjaan dan risiko inflasi yang tetap tinggi akibat kenaikan harga energi.

Europe

Perdagangan Eropa terbelah, ECB tetap hadapi tekanan inflasi. Defisit perdagangan Prancis melebar menjadi EUR 6,7 miliar pada Juli 2026 akibat pertumbuhan impor yang lebih cepat dibanding ekspor, terutama dari lonjakan impor energi dan peralatan transportasi. Sebaliknya, surplus perdagangan Jerman meningkat ke EUR 21,3 miliar, tertinggi sejak Agustus 2024, didorong penurunan impor yang lebih besar dibanding ekspor. Di tengah ketahanan ekonomi kawasan dan kenaikan harga energi, pasar tetap memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini dan membuka peluang pengetatan lanjutan hingga akhir tahun.

Yield obligasi Eropa bertahan tinggi di tengah risiko inflasi energi. Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun naik ke sekitar 5,2%, sementara yield Bund Jerman bertahan dekat level tertinggi dalam lebih dari 15 tahun seiring kenaikan harga minyak dan gas alam yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Pasar tetap memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini, disertai peluang pengetatan lanjutan hingga akhir tahun, sementara BoE juga diperkirakan melanjutkan sikap hawkish dalam beberapa kuartal mendatang.

Asia

Data Asia tunjukkan ketahanan ekonomi. Tingkat pengangguran Korea Selatan turun menjadi 2,7% pada Agustus 2026, didukung penciptaan 184 ribu lapangan kerja yang menjadi kenaikan terbesar dalam lima bulan terakhir. Di Jepang, sentimen manufaktur meningkat ke level tertinggi sejak 2021 berkat kuatnya permintaan terkait semikonduktor dan pusat data yang didorong investasi AI.

Yield Asia turun. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,89% seiring penguatan yen yang membantu meredakan tekanan inflasi, meski pasar masih memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada September dan kembali pada awal 2027. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun mendekati level terendah dalam hampir dua bulan karena pasar tetap mengantisipasi kebijakan yang akomodatif, meskipun kinerja perdagangan menunjukkan ekspor, impor, dan surplus dagang yang masih sangat kuat. Kondisi ini menegaskan perbedaan arah kebijakan moneter antara Jepang yang semakin hawkish dan China yang masih berfokus mendukung pertumbuhan ekonomi.