Latest update: 28-08-2026, 21:51
Americas
Pesanan barang tahan lama AS kembali tumbuh pada Juni 2026. Pesanan durable goods AS meningkat 0,3% MoM menjadi USD334,8 miliar setelah mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan pesanan barang modal, logam dasar, komputer dan elektronik, serta peralatan listrik. Sementara itu, indikator investasi bisnis yang tercermin dari pesanan non-defense capital goods excluding aircraft naik 0,9%, menunjukkan belanja investasi perusahaan masih cukup resilien, didukung oleh investasi terkait AI dan peningkatan pesanan sektor pertahanan.
Harga minyak turun di bawah USD82 per barel seiring meredanya ketegangan AS–Iran. Harga minyak mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut setelah Presiden Trump menyatakan AS dan Iran tengah melakukan pembicaraan yang konstruktif untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, meningkatkan harapan normalisasi pasokan energi dan pemulihan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz. Di saat yang sama, pasokan global turut membaik dengan kembali beroperasinya ekspor melalui Caspian Pipeline Consortium di Laut Hitam.
Yield UST turun tipis seiring meredanya risiko geopolitik dan harga minyak. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,65% setelah harga minyak melemah menyusul penghentian sementara aksi militer antara AS dan Iran serta dimulainya kembali pembahasan terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Meskipun kekhawatiran inflasi energi berkurang, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini, dengan peluang kenaikan suku bunga pada September tetap tinggi di tengah ketahanan ekonomi AS dan prospek inflasi yang masih menjadi perhatian.
Europe
Inflasi ritel Inggris melandai, sementara sentimen bisnis Jerman terus membaik. Inflasi harga toko di Inggris turun menjadi 0,9% YoY pada Juli 2026, terendah sejak Desember 2025, didorong oleh berbagai promosi musiman dan perlambatan inflasi makanan serta barang non-pangan. Di sisi lain, indeks iklim bisnis Ifo Jerman naik menjadi 86,6 pada Juli 2026, mencatat kenaikan selama tiga bulan berturut-turut.
Yield obligasi Eropa turun seiring meredanya tekanan harga energi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke bawah 5,0%, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun melemah ke sekitar 3,14% setelah harga minyak terkoreksi menyusul jeda konflik AS–Iran yang mengurangi kekhawatiran inflasi jangka pendek. Bank of England akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang. Sementara itu, pasar masih memperkirakan ECB memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut meskipun harga energi mulai mereda.
Asia
Kepercayaan konsumen Korea Selatan tetap berada di level yang kuat. Indeks Sentimen Konsumen Korea Selatan naik tipis menjadi 106,8 pada Juli 2026 dari 106,6 pada Juni, didorong oleh membaiknya ekspektasi pendapatan rumah tangga dan prospek kondisi hidup ke depan. Sementara itu, ekspektasi inflasi tetap stabil dengan perkiraan kenaikan harga konsumen sebesar 2,7% dalam 12 bulan ke depan, sedangkan ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang berada di 2,6%, menunjukkan persepsi inflasi masyarakat masih relatif terjaga di tengah kondisi ekonomi yang stabil.
Yield obligasi di Asia turun setelah harga minyak terkoreksi. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,76% setelah meredanya ketegangan AS–Iran membantu menurunkan harga minyak, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan masih bertahan di tengah inflasi yang persisten dan pelemahan yen. Sementara itu, yield obligasi Australia tenor 10 tahun bergerak di sekitar 5,0% karena pasar masih mencermati tekanan inflasi domestik dan peluang kenaikan suku bunga RBA lebih lanjut, meskipun penurunan harga minyak dan ekspektasi The Fed menahan suku bunga membantu mengurangi tekanan kenaikan yield lebih lanjut.
Read Other Research
