BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 21 Sep 2026

Company

Fixed Income

Published On

21 September 2026 - 10.22am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 21 Sep 2026

View

Latest update: 11-10-2026, 17:39

Americas

Risiko geopolitik Timur Tengah masih tinggi. Pemerintah AS memperingatkan warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke kawasan Timur Tengah karena konflik dengan Iran berpotensi memburuk dengan cepat. Ketegangan juga meningkat setelah kelompok Houthi kembali mengklaim serangan terhadap fasilitas strategis di Arab Saudi, sementara Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka hingga sejumlah tuntutannya dipenuhi.

Harga minyak turun, namun risiko pasokan belum sepenuhnya hilang. Harga minyak Brent melemah ke sekitar USD 100 per barel setelah pasar semakin optimistis bahwa upaya diplomatik dapat membantu meredakan konflik di Timur Tengah dan memulihkan arus pasokan energi dari kawasan tersebut. Prospek pertemuan antara Presiden AS dan Presiden Iran, serta meningkatnya volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, turut membantu meredakan kekhawatiran pasar. Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih tinggi sehingga risiko terhadap pasokan energi global tetap perlu dicermati.

Yield UST bertahan di sekitar 5% meski mulai stabil. Yield UST tenor 10 tahun bertahan di kisaran 5% setelah kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps dan sinyal bahwa masih ada ruang untuk pengetatan lanjutan guna mengendalikan inflasi. Meski pasar obligasi sempat pulih setelah The Fed menegaskan komitmennya terhadap stabilitas harga, yield tetap berada dekat level tertinggi sejak 2007 karena kekhawatiran inflasi, pasokan obligasi korporasi yang tinggi, dan harga energi yang masih elevated.

Europe

Ekspektasi inflasi konsumen Eurozone kembali meningkat. Survei ECB menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen Eurozone untuk 12 bulan ke depan naik menjadi 3,0% pada Agustus 2026 dari 2,9%, sementara ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang juga meningkat. Kenaikan tersebut mengindikasikan tekanan harga yang lebih persisten di tengah tingginya harga energi, meski ekspektasi pertumbuhan ekonomi tetap lemah dan tingkat pengangguran diperkirakan sedikit membaik. Kondisi ini mendukung pandangan bahwa ECB kemungkinan akan mempertahankan bias hawkish untuk memastikan inflasi kembali ke target 2%.

Yield obligasi Eropa naik, dipengaruhi The Fed dan data konsumsi Inggris. Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun kembali naik ke sekitar 5,3% setelah data penjualan ritel Agustus tumbuh 0,5% MoM, menunjukkan konsumsi rumah tangga masih cukup kuat meski suku bunga dan harga energi tinggi. Sementara itu, yield Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di sekitar 3,5% karena pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter global setelah The Fed menaikkan suku bunga dan tetap membuka peluang pengetatan lanjutan.

Asia

BoJ lanjutkan normalisasi, sementara China tetap akomodatif. Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,25%, level tertinggi sejak 1995, dan mengindikasikan kemungkinan pengetatan lanjutan seiring inflasi yang diperkirakan tetap berada di atas target. Sebaliknya, PBoC mempertahankan suku bunga pinjaman di level terendah historis untuk mendukung pemulihan ekonomi yang masih menghadapi lemahnya konsumsi, kredit, dan sektor properti.

Yield Jepang turun pasca kenaikan suku bunga BoJ, sementara yield China bertahan rendah. Yield JGB tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,95% meski Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,25%, karena pasar telah mengantisipasi langkah tersebut dan harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Sementara itu, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan di sekitar 1,68%, didukung optimisme menjelang pertemuan tingkat tinggi AS-China yang diharapkan dapat meredakan ketegangan perdagangan dan teknologi antara kedua negara.