Latest update: 08-10-2026, 23:03
Americas
Pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Klaim pengangguran awal di AS turun menjadi 196 ribu pada pekan kedua September, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan mendekati level terendah dalam beberapa dekade, sementara continuing claims juga turun ke level terendah sejak awal 2024. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih sangat solid dan mendukung pandangan The Fed bahwa kondisi ketenagakerjaan tetap kuat, sehingga ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat masih terbuka.
Pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Klaim pengangguran awal di AS turun menjadi 196 ribu pada pekan kedua September, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan mendekati level terendah dalam beberapa dekade, sementara continuing claims juga turun ke level terendah sejak awal 2024. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih sangat solid dan mendukung pandangan The Fed bahwa kondisi ketenagakerjaan tetap kuat, sehingga ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat masih terbuka.
Yield UST mereda tipis pasca keputusan The Fed. Yield UST tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,95% setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dan menegaskan komitmennya untuk menekan inflasi yang masih tinggi. Meski pasar sempat khawatir The Fed akan bersikap kurang agresif, sinyal adanya kenaikan suku bunga lanjutan membantu menjaga kredibilitas bank sentral dan mendorong sebagian investor kembali ke pasar obligasi. Namun, yield tetap bertahan dekat level tertinggi dalam hampir dua dekade, mencerminkan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Europe
BoE tahan suku bunga, inflasi Eropa tetap tinggi. Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75% dengan voting 6-3 meski mengakui kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah meningkatkan risiko inflasi, sementara inflasi Eurozone naik menjadi 3,2% YoY pada Agustus, jauh di atas target ECB sebesar 2%. Kondisi ini menunjukkan bank sentral Eropa masih cenderung mempertahankan bias hawkish, meskipun tekanan inflasi inti mulai mereda dan dampak lanjutan kenaikan harga energi terhadap ekonomi masih terus dipantau.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi meski harga minyak mulai terkoreksi. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di sekitar 3,5%, sementara yield Gilt Inggris turun ke kisaran 5,3% setelah harga minyak melemah untuk hari kedua berturut-turut menyusul rencana pemulihan kapasitas pipa East-West Arab Saudi. Namun, sinyal hawkish dari The Fed dan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh ECB tetap menjaga tekanan pada pasar obligasi Eropa di tengah risiko inflasi energi yang masih tinggi.
Asia
Inflasi Jepang tetap moderat menjelang keputusan BoJ. Inflasi Jepang bertahan di 1,9% YoY pada Agustus 2026, sementara inflasi inti yang menjadi acuan utama BoJ melambat menjadi 1,7% dan masih berada di bawah target 2% untuk beberapa bulan berturut-turut. Meski subsidi energi membantu meredam tekanan harga dari kenaikan minyak global, inflasi inti yang mengecualikan energi dan pangan tetap relatif kuat di 1,9%, sehingga pasar masih memperkirakan BoJ akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneter pada pertemuan minggu ini.
Yield Jepang dan Australia bertahan dekat level tertinggi multi-tahun. Yield JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 3,0%, mendekati level tertinggi sejak 1996, menjelang pertemuan BoJ yang secara luas diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga. Di Australia, yield obligasi tenor 10 tahun tetap berada di atas 5,3%, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga RBA dan risiko inflasi yang masih tinggi akibat harga energi. Meski harga minyak mulai terkoreksi, pasar obligasi kawasan tetap berada di bawah tekanan seiring prospek kebijakan moneter global yang cenderung lebih ketat.
