BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 18 Aug 2026

Company

Fixed Income

Published On

18 August 2026 - 08.54am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 18 Aug 2026

View

Latest update: 28-08-2026, 21:51

Americas

Sentimen perumahan AS melemah, inflasi Kanada naik tipis. Indeks keyakinan pengembang perumahan AS (NAHB Housing Market Index) turun ke 25 pada Agustus 2026, mencerminkan masih lemahnya aktivitas sektor properti di tengah tingginya biaya pembiayaan dan tekanan terhadap permintaan rumah. Sementara itu, inflasi Kanada naik tipis menjadi 2,9% YoY pada Juli 2026, didorong terutama oleh kenaikan harga energi.

Harga minyak dan emas tetap tinggi. Harga minyak naik mendekati USD85 per barel setelah prospek tercapainya kesepakatan baru antara AS dan Iran semakin memudar, meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global dan kelancaran distribusi melalui Selat Hormuz. Di sisi lain, harga emas bertahan di atas USD4.400 per ons, didukung ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga setelah serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah, serta berlanjutnya permintaan investor dan pembelian emas oleh bank sentral, terutama dari China.

Yield UST kembali naik di tengah kekhawatiran inflasi dan pasokan utang. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik kembali di atas 4,7%, mendekati level tertinggi dalam 19 bulan, seiring berlanjutnya kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi dapat mempertahankan tekanan inflasi lebih lama. Meskipun data CPI dan PPI terbaru menunjukkan inflasi mulai mereda, pasar masih menilai The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama karena risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Selain itu, meningkatnya penerbitan obligasi korporasi di AS, termasuk dari sektor teknologi dan AI, turut menambah suplai fixed income dan membatasi permintaan terhadap Treasury.

Europe

Euro dan pound menguat terhadap dolar AS. Euro naik ke sekitar USD1,16, tertinggi dalam dua bulan, didukung ekspektasi bahwa ECB masih berpeluang menaikkan suku bunga pada September sementara peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin menurun setelah data ekonomi AS yang lebih lemah. Di sisi lain, pound sterling menguat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan menjelang rilis data tenaga kerja dan inflasi Inggris. Meskipun demikian, pasar masih mencermati risiko inflasi dari harga energi yang tetap tinggi.

Yield obligasi Eropa melemah tipis. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,0%, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di kisaran 3,2%, seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah data inflasi dan ekonomi AS yang lebih lunak. Meski demikian, harga energi yang masih tinggi akibat konflik Timur Tengah membuat pasar tetap mewaspadai risiko inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada September dan kebijakan moneter yang tetap ketat di Eropa masih terjaga.

Asia

Investasi dan konsumsi China masih lemah. Investasi aset tetap China turun 6,7% YoY pada Januari–Juli 2026, lebih buruk dari ekspektasi pasar, terutama akibat berlanjutnya tekanan di sektor properti yang masih menjadi hambatan utama pertumbuhan. Sementara itu, penjualan ritel hanya tumbuh 0,6% YoY pada Juli, melambat dari bulan sebelumnya dan jauh di bawah perkiraan, mencerminkan permintaan domestik yang masih lemah meskipun pemerintah terus mendorong berbagai stimulus ekonomi.

Yield Jepang naik, yield China tetap rendah. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,93%, tertinggi sejak 1996, didorong meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi dan pelemahan yen. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun turun ke sekitar 1,68%, terendah dalam lebih dari satu tahun, setelah serangkaian data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pasar terhadap tambahan stimulus untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan permintaan domestik.