Latest update: 05-11-2026, 20:06
Americas
PPI AS melonjak, penjualan ritel tetap kuat. Inflasi produsen AS meningkat jauh di atas ekspektasi pada September, didorong lonjakan biaya energi yang turut menekan biaya transportasi, perdagangan, dan pangan. Di saat yang sama, penjualan ritel mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, mencerminkan ketahanan konsumsi meski sebagian kenaikan didorong oleh harga bensin yang lebih tinggi. Kombinasi tekanan inflasi yang kembali menguat dan aktivitas ekonomi yang tetap solid berpotensi mendukung narasi higher-for-longer bagi kebijakan suku bunga The Fed.
Harga minyak naik dipicu kekhawatiran pasokan. Harga minyak Brent bertahan di atas USD105 per barel dan berada di jalur kenaikan mingguan seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan di Timur Tengah. Tenggelamnya kapal kontainer di Selat Hormuz akibat serangan proyektil serta meningkatnya tensi antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali mendorong geopolitical risk premium dan kenaikan tarif pengiriman minyak.
Yield UST turun di tengah aksi flight-to-safety. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun tajam meski data ekonomi menunjukkan inflasi dan aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Penurunan yield didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah pelemahan pasar saham global dan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan belanja AI dalam lingkungan suku bunga yang masih tinggi. Sementara itu, pasar tetap memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini, dengan peluang kenaikan suku bunga bergeser ke Desember.
Europe
Produksi industri Eropa melemah di tengah perlambatan manufaktur. Produksi industri Zona Euro kembali turun pada Agustus, menandai kontraksi selama tiga bulan berturut-turut akibat pelemahan aktivitas di sektor barang antara, energi, dan barang konsumsi non-primer. Penurunan produksi terjadi di sejumlah ekonomi utama seperti Prancis, Italia, dan Spanyol, meski Jerman masih mencatat pertumbuhan terbatas. Data ini menunjukkan sektor manufaktur Eropa masih menghadapi tekanan, yang berpotensi membebani momentum pertumbuhan ekonomi kawasan.
Yield obligasi Eropa turun dipicu flight-to-safety. Yield obligasi pemerintah Eropa bergerak lebih rendah seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah pelemahan pasar saham global dan kekhawatiran atas keberlanjutan belanja AI dalam lingkungan suku bunga yang masih tinggi. Penurunan yield terjadi meski pasar tetap mewaspadai risiko inflasi dari harga energi yang tinggi serta konflik yang berlanjut di Timur Tengah. Di sisi lain, investor masih memperkirakan ECB dan BoE berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan moneter mengingat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda dan tantangan fiskal di sejumlah negara Eropa.
Asia
Pengangguran Korea Selatan turun, pasar tenaga kerja membaik. Tingkat pengangguran Korea Selatan turun ke level terendah dalam dua tahun seiring berlanjutnya peningkatan penciptaan lapangan kerja, didorong terutama oleh sektor kesehatan dan layanan sosial. Sektor manufaktur juga kembali menambah tenaga kerja untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2024, mengakhiri tren penurunan yang berlangsung lebih dari dua tahun.
Yield obligasi Asia turun didorong permintaan safe haven. Yield obligasi pemerintah Jepang dan Australia bergerak lebih rendah seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah pelemahan pasar saham global, khususnya sektor teknologi dan AI. Di Jepang, pasar juga mencerna sinyal BoJ yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut meski tetap berhati-hati dalam proses normalisasi kebijakan. Sementara itu, yield Australia tertekan setelah data pasar tenaga kerja yang lebih lemah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga RBA dalam waktu dekat.
