BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 14 Sep 2026

Company

Fixed Income

Published On

14 September 2026 - 07.39am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 14 Sep 2026

View

Latest update: 04-10-2026, 18:17

Americas

Ekspektasi inflasi AS tetap tinggi meski inflasi inti melandai. Inflasi AS bertahan di 3,4% YoY pada Agustus 2026, sementara inflasi inti turun menjadi 2,4% YoY, level terendah sejak 2021. Namun, kenaikan harga energi yang signifikan terus mendorong tekanan harga produsen dan menjaga inflasi bulanan tetap tinggi, sehingga pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Di sisi lain, survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen kembali melemah dan ekspektasi inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 4,6% akibat kenaikan harga energi.

Gangguan pasokan dorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat bulan. Harga minyak Brent naik mendekati USD 108 per barel setelah Arab Saudi menghentikan operasional pipa East-West sebagai langkah pencegahan pascaserangan drone, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Penundaan pembahasan koridor pelayaran alternatif di sekitar Selat Hormuz juga memperbesar risiko gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin menguat. Yield UST tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,9%, mendekati level tertinggi sejak 2023, setelah inflasi inti AS naik 0,3% MoM pada Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Meskipun inflasi inti tahunan melambat ke 2,4%, kenaikan harga energi dan tekanan biaya yang masih terlihat pada data inflasi produsen memperkuat pandangan bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali. Kondisi tersebut mendorong pasar meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September menjadi sekitar 90%.

Europe

ECB semakin hawkish, euro bertahan kuat. Euro bertahan di sekitar USD 1,16 setelah ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dan memperingatkan bahwa inflasi berpotensi tetap berada di atas target 2% untuk periode yang lebih panjang. Presiden ECB Christine Lagarde juga menegaskan bahwa proses penurunan inflasi menuju target dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya, sementara pasar mulai memperhitungkan peluang beberapa kenaikan suku bunga tambahan hingga pertengahan tahun depan.

Yield obligasi Eropa bertahan dekat level tertinggi. Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,3%, mendekati level tertinggi sejak 2007, meski reli harga energi mulai mereda. Data ekonomi Inggris masih cukup tangguh, namun pasar tetap memperkirakan Bank of England akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya sebelum kembali mempertimbangkan pengetatan lanjutan. Sementara itu, yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik di atas 3,5%, tertinggi sejak 2009, setelah ECB menaikkan suku bunga dan merevisi naik proyeksi inflasi.

Asia

Sentimen manufaktur Jepang menguat signifikan. Indeks Business Survey Index (BSI) untuk manufaktur besar Jepang naik menjadi 7,6% pada kuartal III-2026 dari -1,8% pada kuartal sebelumnya, mencatat perbaikan tercepat sejak akhir 2021 dan jauh melampaui ekspektasi pasar. Di saat yang sama, Bank of Japan juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi untuk 2026-2027, mengindikasikan keyakinan bahwa permintaan domestik tetap kuat.

Yield Jepang dan Australia kembali mendekati puncak multi-tahun. Yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,99%, mendekati level tertinggi dalam 30 tahun, didorong kenaikan yield UST, inflasi produsen Jepang yang mencapai 7,6% YoY, serta ekspektasi bahwa Bank of Japan akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun melonjak di atas 5,3%, tertinggi sejak 2011, seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga RBA akibat lonjakan harga minyak dan risiko inflasi yang kembali menguat. Kombinasi kenaikan harga energi, ekspektasi pengetatan moneter global, dan kenaikan yield UST terus memberikan tekanan pada pasar obligasi kawasan Asia Pasifik.